Sel darah merah (eritrosit) dan sel darah putih (leukosit) adalah dua jenis sel yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Berikut adalah perbedaan antara keduanya:
- Fungsi:
- Sel darah merah (eritrosit): Berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh dan membawa karbon dioksida dari seluruh tubuh kembali ke paru-paru untuk diekskresikan.
- Sel darah putih (leukosit): Berperan dalam sistem kekebalan tubuh dengan melawan infeksi dan penyakit. Mereka dapat memakan bakteri, virus, dan zat asing lainnya, serta memproduksi antibodi untuk melawan infeksi.
- Struktur:
- Sel darah merah: Berbentuk cakram dan tidak memiliki inti sel ketika matang. Mereka mengandung hemoglobin, pigmen yang memberi warna merah pada darah, dan membantu dalam transportasi oksigen.
- Sel darah putih: Lebih bervariasi dalam bentuk dan ukuran. Mereka memiliki inti sel dan beberapa jenis memiliki granula yang dapat terlihat dalam pewarnaan mikroskopis.
- Jumlah:
- Sel darah merah: Jumlahnya jauh lebih banyak daripada sel darah putih dalam darah manusia. Biasanya, satu mikroliter darah manusia mengandung sekitar 4,5 hingga 6 juta sel darah merah.
- Sel darah putih: Jumlahnya jauh lebih sedikit daripada sel darah merah. Biasanya, satu mikroliter darah manusia hanya mengandung ribuan hingga puluhan ribu sel darah putih.
- Produksi:
- Sel darah merah: Diproduksi dalam sumsum tulang merah, khususnya di tulang belakang, tulang dada, dan panggul.
- Sel darah putih: Diproduksi di sumsum tulang dan limpa. Beberapa jenis sel darah putih juga dapat dihasilkan di jaringan limfoid seperti kelenjar getah bening.
- Umur:
- Sel darah merah: Umur hidupnya sekitar 120 hari sebelum dihancurkan dan digantikan oleh sel-sel yang baru.
- Sel darah putih: Umur hidupnya bervariasi tergantung pada jenisnya, tetapi umumnya lebih pendek daripada sel darah merah.
- Reaksi terhadap rangsangan:
- Sel darah merah: Tidak bereaksi terhadap kehadiran patogen atau zat asing dalam tubuh.
- Sel darah putih: Bereaksi terhadap kehadiran patogen dan zat asing dalam tubuh dengan cara menggerakkan diri ke area infeksi atau meluncurkan respons imun lainnya.


