Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
twitter
youtube
instagram
Universitas Medan Area
Call Support 082294855746
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No.1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI
  • Beranda
  • Profil
    • Akreditasi
    • Fungsionaris
    • Struktur
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Dosen Pembimbing Akademik
    • Informasi Akademik
      • Akademik Online
      • SI-LIMA
      • Elearning
      • Jurnal
      • Lapor AOC
    • Jadwal Akademik
      • Jadwal Pengisian KRS
      • Jadwal Kuliah
      • Jadwal Praktikum
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • Jadwal Wisuda
      • SEMESTER ANTARA
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
      • Semester I
      • Semester II
      • Semester III
      • Semester IV
      • Semester V
      • Semester VI
      • Semester VII
      • Semester VIII
  • Aktivitas Prodi
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • Mahasiswa
    • Beasiswa
      • Syarat dan Ketentuan Penerima KIP Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/i Bersaudara Kandung
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/I Yang Berprestasi di Sekolah (Ranking I, II dan III)
      • Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik
    • Sistem Informasi
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • SI-LIMA
      • AOC
      • Elearning
      • Apik
      • Opac
    • Prestasi Mahasiswa
  • Dosen
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • SI-LIMA
    • Elearning
    • Opac
  • Arsip
    • Dokumen Prodi
  • Alumni
    • Tracer Study
    • DATA ALUMNI
    • Aktivitas Alumni
    • Layanan Alumni
  • Laboratorium
    • Informasi Laboratorium
    • Aplikasi Laboratorium
  • Hubungi Kami

Siklus Hidup Capung

Home > ARTIKEL > Siklus Hidup Capung

Siklus Hidup Capung

Posted on 20 May 202424 May 2024 by admin
0

Siklus hidup capung (Odonata) terdiri dari tiga tahap utama: telur, nimfa (larva), dan dewasa (imago). Berikut adalah penjelasan rinci mengenai setiap tahap dalam siklus hidup capung:

1. Telur

Setelah kawin, capung betina meletakkan telurnya di air atau di dekat air. Telur biasanya diletakkan di tanaman air atau bahan organik lainnya yang ada di air. Masa inkubasi telur bervariasi tergantung pada spesies dan kondisi lingkungan, tetapi umumnya berkisar antara beberapa hari hingga beberapa minggu.

2. Nimfa (Larva)

Setelah menetas, nimfa atau larva capung hidup di air. Tahap nimfa merupakan fase yang paling lama dalam siklus hidup capung, bisa berlangsung dari beberapa bulan hingga beberapa tahun tergantung pada spesiesnya. Nimfa capung adalah predator yang tangguh, memangsa berbagai hewan kecil seperti serangga air, jentik-jentik nyamuk, dan bahkan ikan kecil. Nimfa capung memiliki insang internal yang memungkinkannya bernapas di dalam air.

Nimfa mengalami beberapa kali pergantian kulit (ekdisis) selama pertumbuhannya. Setiap kali berganti kulit, nimfa bertambah besar dan mendekati tahap dewasa. Tahap nimfa berakhir ketika nimfa siap untuk metamorfosis menjadi capung dewasa.

3. Dewasa (Imago)

Pada tahap akhir nimfa, nimfa akan keluar dari air dan mencari tempat yang aman untuk bermetamorfosis. Nimfa memanjat keluar dari air ke permukaan yang kering, seperti batang tanaman atau batu. Pada saat itu, nimfa akan mengalami perubahan terakhir: kulitnya pecah dan capung dewasa keluar. Proses ini disebut dengan eklosi. Capung dewasa ini memiliki sayap yang masih lembut dan tubuh yang basah, sehingga perlu waktu beberapa jam untuk mengering dan mengeraskan sayapnya sebelum bisa terbang.

Capung dewasa biasanya hidup selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada spesiesnya. Selama fase ini, capung dewasa fokus pada reproduksi. Capung jantan seringkali sangat teritorial dan akan mempertahankan wilayah mereka dari jantan lain untuk menarik betina.

Diagram Siklus Hidup Capung

Berikut adalah diagram yang menggambarkan siklus hidup capung:

  1. Telur: Diletakkan di air oleh capung betina.
  2. Nimfa: Menetas dari telur, hidup dan tumbuh di air, mengalami beberapa kali pergantian kulit.
  3. Dewasa (Imago): Nimfa keluar dari air, mengalami metamorfosis menjadi capung dewasa, terbang, dan bereproduksi.

Diagram ini menggambarkan siklus hidup yang sederhana namun dinamis dari capung, yang merupakan salah satu predator serangga yang efektif baik dalam tahap nimfa maupun dewasa.

Baca Juga : Benarkah Jagung Berreproduksi Secara Seksual Atau Aseksual?

Kaitan UMA

KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 8226331
[email protected]

Lokasi Program Studi Biologi

© 2026 Universitas Medan Area | Fakultas Sains dan Teknologi

This will close in 0 seconds