Mutasi gen adalah perubahan pada urutan basa-basa nitrogen (A, T, C, G) dalam molekul DNA suatu organisme. Ini dapat terjadi secara alami atau sebagai hasil dari paparan terhadap faktor lingkungan tertentu seperti radiasi atau bahan kimia.
Sejarah:
- Konsep mutasi gen pertama kali diusulkan oleh ahli genetika Austria, Gregor Mendel, pada akhir abad ke-19.
- Pada awal abad ke-20, eksperimen-eksperimen dengan lalat buah oleh Thomas Hunt Morgan membantu dalam memahami bagaimana mutasi genetik berperan dalam pewarisan sifat.
- Perkembangan dalam teknologi DNA dan genetika molekuler telah memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari mutasi secara lebih mendalam.
Jenis-jenis mutasi gen:
- Mutasi titik: Perubahan tunggal pada satu titik dalam urutan DNA.
- Delesi: Penghapusan satu atau beberapa basa dalam urutan DNA.
- Insersi: Penambahan satu atau beberapa basa dalam urutan DNA.
- Substitusi: Penggantian satu basa dengan basa yang lain dalam urutan DNA.
- Duplikasi: Penggandaan sebagian dari urutan DNA.
- Translokasi: Pemindahan sebagian dari urutan DNA ke lokasi lain di dalam genom.
Faktor penyebab mutasi:
- Paparan radiasi.
- Bahan kimia mutagenik seperti asap rokok atau senyawa kimia industri.
- Kesalahan selama replikasi DNA.
- Proses alami seperti transposisi DNA.
Dampak mutasi gen:
- Beberapa mutasi tidak berdampak signifikan pada organisme.
- Mutasi dapat menyebabkan penyakit genetik seperti kanker atau penyakit genetik lainnya.
- Mutasi juga dapat menghasilkan variasi genetik yang diperlukan untuk evolusi.
Contoh mutasi gen:
- Mutasi gen pada gen BRCA1 dan BRCA2 yang terkait dengan risiko kanker payudara dan ovarium.
- Mutasi pada gen CFTR yang menyebabkan fibrosis kistik.
- Mutasi pada gen hemoglobin yang menyebabkan anemia sel sabit.


