Tekanan darah tinggi dikenal sebagai faktor risiko kardiovaskular. ciri ini mensugesti jutaan orang di seluruh dunia, tetapi hanya dikontrol pada persentase yg sangat rendah.
Berkat studi genom yang tidak sinkron yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, diketahui bahwa beberapa faktor risiko genetik terlibat dalam hipertensi yang bisa memengaruhi perkembangannya atau respons orang yang terkena akibat terhadap banyak sekali perawatan yang tersedia. pada konteks ini, tim peneliti asal Chinese Academy of Sciences mempertimbangkan apakah mungkin buat berbagi tes genetik yg sederhana, cepat serta andal, yg bisa digunakan buat memandu, menggunakan cara yang dipersonalisasi, pengobatan buat hipertensi.
Para peneliti menyebarkan tes berdasarkan teknik MS-FRET yg memungkinkan analisis simultan dari dua SNP (varian yg menghipnotis satu nukleotida) dalam satu reaksi serta hasilnya bisa menggunakan cepat dinilai pada pengujian yang mengukur fluoresensi.
Tim tersebut memilih 10 wilayah genom yg terkait menggunakan respons yg merugikan terhadap pengobatan hipertensi dan mengevaluasi pada uji coba menggunakan 100 pasien potensi mereka buat menentukan pengobatan yang paling sempurna dibandingkan menggunakan rekomendasi standar.
akibat awal yg diterbitkan dalam jurnal Science relatif menjanjikan. Perawatan individual sesuai berita genetik yg diperoleh berasal tes menaikkan kontrol tekanan darah relatif terhadap taktik pengobatan konvensional (94% berbanding 54%). Selain itu, personalisasi juga mengurangi waktu yg dibutuhkan buat mengatur hipertensi pasien.
Para peneliti menyarankan bahwa, Bila hasilnya divalidasi dalam sampel lain, seni manajemen yg digunakan dapat membantu dokter dalam mengklasifikasikan pasien dengan hipertensi secara cepat dan akurat serta menaikkan kinerja pengobatan. keuntungan asal metode yg dipergunakan ialah bisa dipergunakan di tempat-daerah menggunakan sumber daya yang lebih terbatas tanpa alat-alat sophisticated.


