Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
twitter
youtube
instagram
Universitas Medan Area
Call Support 061-7360168
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No.1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI
  • Beranda
  • Profil
    • Akreditasi
    • Fungsionaris
    • Struktur
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Dosen Pembimbing Akademik
    • Informasi Akademik
      • Akademik Online
      • SI-LIMA
      • Elearning
      • Jurnal
      • Lapor AOC
    • Jadwal Akademik
      • Jadwal Pengisian KRS
      • Jadwal Kuliah
      • Jadwal Praktikum
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • Jadwal Wisuda
      • SEMESTER ANTARA
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
      • Semester I
      • Semester II
      • Semester III
      • Semester IV
      • Semester V
      • Semester VI
      • Semester VII
      • Semester VIII
  • Aktivitas Prodi
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • Mahasiswa
    • Beasiswa
      • Syarat dan Ketentuan Penerima KIP Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/i Bersaudara Kandung
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/I Yang Berprestasi di Sekolah (Ranking I, II dan III)
      • Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik
    • Sistem Informasi
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • SI-LIMA
      • AOC
      • Elearning
      • Apik
      • Opac
    • Prestasi Mahasiswa
  • Dosen
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • SI-LIMA
    • Elearning
    • Opac
  • Arsip
    • Dokumen Prodi
  • Alumni
    • Tracer Study
    • DATA ALUMNI
    • Aktivitas Alumni
    • Layanan Alumni
  • Laboratorium
    • Informasi Laboratorium
    • Aplikasi Laboratorium
  • Hubungi Kami

‘Peta’ genom pertama dari parasit yang menyebabkan babesiosis

Home > blog > ‘Peta’ genom pertama dari parasit yang menyebabkan babesiosis

‘Peta’ genom pertama dari parasit yang menyebabkan babesiosis

Posted on 27 April 2023 by admin
0

Sebuah tim berasal National Center for Microbiology (CNM) dari Carlos III Health Institute (ISCIII) telah berpartisipasi dalam penyelidikan internasional yang sudah mengungkap sekuens lengkap pertama dan struktur 3 dimensi (3D) genom parasit Babesia duncani, mikroorganisme yang mengakibatkan babesiosis, penyakit yang mirip dengan malaria. akibat penelitian yang dikoordinir sang universitas Yale serta California, Amerika serikat ini, baru saja dipublikasikan pada jurnal Nature Microbiology.

Babesiosis ialah penyakit mirip malaria yang menyerang insan serta binatang, disebabkan sang protozoa asal genus Babesia serta umumnya ditularkan melalui gigitan sejenis kutu. Mikroorganisme yang dipelajari, Babesia duncani, mengakibatkan babesiosis yg sangat parah yg dapat menjadikan fatal di orang yg terinfeksi. gejala infeksi ini bisa ringan, tapi mampu pula sebagai rumit serta menyebabkan demam yang sangat tinggi dan aneka macam kegagalan organ, bahkan mengakibatkan kematian. Antibiotik spektrum luas seperti azithromyzine serta obat antiprotozoal seperti atovaquone digunakan buat mengobati babesiosis ringan sampai sedang; pada kasus infeksi parah, kina serta klindamisin diindikasikan pada kombinasi menggunakan perawatan lain serta transfusi tukar.

Estrella Montero, Luis Miguel González dan Sergio Sánchez, peneliti pada Laboratorium surat keterangan dan Penelitian di Parasitologi dan Infeksi Bakteri yang Ditransmisikan oleh Air serta makanan berasal CNM-ISCIII serta rekan penulis artikel, mengungkapkan bahwa penelitian ini memungkinkan buat pertama kalinya mengungkap genom parasit ini, struktur nuklirnya, profil transkriptomik dan epigenetiknya, bagaimana materi genetiknya disusun, struktur molekul tiga dimensinya, serta evolusi filogenetiknya.

hingga saat ini, meskipun Babesia duncani memiliki patogenisitas yang tinggi, sangat sedikit berita yg tersedia perihal biologi, evolusi, mekanisme virulensi, patogenisitas, dan kerentanan terhadap obat. Temuan yg sekarang dicapai, pada antaranya ialah inovasi keluarga multigenik baru yg dikembangkan sang parasit buat menghindari respons kekebalan manusia, akan memungkinkan untuk menyempurnakan penaksiran infeksi, menentukan obat yg tersedia dengan lebih baik, menaikkan tes obat lain di pengembangan dan memfasilitasi pencarian sasaran terapi baru untuk infeksi pada insan.

Berkat analisis in vitro menggunakan eritrosit manusia, dan pada contoh hewan, penulis sudah menyiapkan ‘peta’ metabolisme parasit dan perkembangannya selama infeksi. Atlas data baru ini telah menyumbangkan pengetahuan baru, dalam bentuk antigen, buat diagnosis infeksi aktif dan molekul buat kemungkinan pengembangan obat, mirip antifolat, termasuk pirimetamin, yang menghambat aksi infeksi Babesia duncani serta bahwa mereka bisa efektif dalam pengobatan babesiosis di insan.

Kaitan UMA

KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 8226331
[email protected]

Lokasi Program Studi Biologi

© 2026 Universitas Medan Area | Fakultas Sains dan Teknologi

This will close in 0 seconds