Proses domestikasi ganda di pokok anggur: siklus glasial dan adaptasi aksesi liar membuat domestikasi anggur serta kebangkitan anggur.
Sebuah studi pada mana para peneliti berasal CBGP (Centre for Plant Biotechnology and Genomics) milik Institut Nasional buat Penelitian dan Teknologi Pertanian dan Pangan (INIA) berasal Dewan Tinggi untuk Penelitian Ilmiah (CSIC) berpartisipasi telah menentukan buat pertama kalinya bahwa proses domestikasi tumbuhan anggur ada 2. buat studi ini, mereka telah menganalisis evolusi selentingan serta proses domestikasinya dengan 2448 genom sampel selentingan yang dikumpulkan pada 23 institusi di 16 negara pada cekungan Mediterania serta Asia Timur.
Para peneliti memutuskan bahwa episode glasial berturut-turut yang terjadi selama Pleistosen membagi ekotipe tanaman merambat silvestris sebagai yang timur serta barat. Kemajuan glasial terakhir menghasilkan pembagian ekotipe timur sebagai dua gerombolan yang memunculkan proses domestikasi ganda di pokok anggur. Proses ini terjadi lebih kurang 11.000 tahun yg kemudian pada Timur Dekat dan Kaukasus Selatan buat menghasilkan anggur meja serta anggur. Meskipun terpisah lebih asal 1000 km, kedua proses domestikasi tadi tampaknya terjadi secara bersamaan, seperti yang ditunjukkan sang seleksi sidik jari genetik pada gen tidak selaras yang terlibat pada domestikasi selentingan.
Para peneliti menemukan bahwa ad interim domestikasi Kaukasia Selatan dikaitkan dengan pembuatan anggur awal, itu memiliki penyebaran terbatas dan pengaruh tambahan yg sangat kecil, tetapi domestikasi Timur Dekat mendominasi semua cekungan Mediterania berkat jalur perdagangan manusia, yg sudah sebagai faktor kunci dalam mempromosikan aliran gen spesies ini. Para penulis memutuskan bahwa dari anggur pada Eropa Barat dikaitkan menggunakan fertilisasi silang (introgresi) antara populasi liar Eropa Barat serta angguur peliharaan yang berasal berasal Timur Dekat yang awalnya digunakan menjadi asal makanan. Introgresi yang terjadi selama periode Mesolitik dan Neolitik ini memunculkan leluhur unik di Balkan, Iberia, serta Eropa Barat.
Penyebaran tanaman peliharaan asal Timur Dekat ke lingkungan Eropa baru dikaitkan menggunakan persyaratan buat adaptasi. peredaran gen dari populasi liar ke bentuk terdomestikasi mampu sulit dihindari dan memberikan variasi adaptasi lokal serta kebangkitan sifat liar. Introgresi adaptif dikaitkan dengan perubahan penggunaan. dalam selentingan, adaptasi terhadap lingkungan sudah diperoleh yang bekerjasama menggunakan stres air serta ketahanan terhadap penyakit. namun, introgresi semacam itu jua mempunyai sifat liar yg membahayakan penggunaan angguur yang bisa dimakan. Dibandingkan menggunakan angguur meja, anggur anggur lebih mungil dan berkulit lebih tebal dan memiliki kandungan gula yang lebih rendah. 83ac9cb3e4459a85df0cacfb819e6b77 ini lebih mirip dengan angguur liar,
Para penulis menunjukkan dengan seluruh data ini peran penting tanaman merambat di awal pertanian pada seluruh Eurasia dan menyimpulkan bahwa daur glasial dan adaptasi aksesi liar membuat domestikasi angguur dan kebangkitan angguur.


