Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
twitter
youtube
instagram
Universitas Medan Area
Call Support 061-7360168
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No.1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI
  • Beranda
  • Profil
    • Akreditasi
    • Fungsionaris
    • Struktur
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Dosen Pembimbing Akademik
    • Informasi Akademik
      • Akademik Online
      • SI-LIMA
      • Elearning
      • Jurnal
      • Lapor AOC
    • Jadwal Akademik
      • Jadwal Pengisian KRS
      • Jadwal Kuliah
      • Jadwal Praktikum
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • Jadwal Wisuda
      • SEMESTER ANTARA
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
      • Semester I
      • Semester II
      • Semester III
      • Semester IV
      • Semester V
      • Semester VI
      • Semester VII
      • Semester VIII
  • Aktivitas Prodi
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • Mahasiswa
    • Beasiswa
      • Syarat dan Ketentuan Penerima KIP Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/i Bersaudara Kandung
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/I Yang Berprestasi di Sekolah (Ranking I, II dan III)
      • Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik
    • Sistem Informasi
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • SI-LIMA
      • AOC
      • Elearning
      • Apik
      • Opac
    • Prestasi Mahasiswa
  • Dosen
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • SI-LIMA
    • Elearning
    • Opac
  • Arsip
    • Dokumen Prodi
  • Alumni
    • Tracer Study
    • DATA ALUMNI
    • Aktivitas Alumni
    • Layanan Alumni
  • Laboratorium
    • Informasi Laboratorium
    • Aplikasi Laboratorium
  • Hubungi Kami

Kondensat protein menyebabkan banyak jenis penyakit genetik

Home > blog > Kondensat protein menyebabkan banyak jenis penyakit genetik

Kondensat protein menyebabkan banyak jenis penyakit genetik

Posted on 11 February 2023 by admin
0

Banyak protein terletak pada agregat seluler kaya protein yang berbeda, jua dikenal sebagai “kondensat seluler”. Protein ini menampilkan karakteristik urutan yang berfungsi sebagai “penanda arah” serta memberi memahami protein kondensat mana yg wajib mereka tuju. saat tag sebagai rancu, protein dapat berakhir pada kondensat yg salah . berdasarkan tim peneliti internasional yg bekerja pada kedokteran klinis dan hayati dasar, kesalahan penempatan protein ini bisa sebagai penyebab banyak penyakit yg belum selesai.

Para peneliti yang dipimpin oleh Max Planck Institute for Molecular Genomics (MPIMG) dan Charité – Universitätsmedizin Berlin, menggunakan kerja sama rumah Sakit Universitas Schleswig-Holstein (UKSH), IRB Barcelona serta kolaborator internasional lainnya telah mengidentifikasi penyebab yang mendasari penyakit langka yang serius. syarat yg dianggap Brachyphalangia, Polydactyly, and Tibial Aplasia/Hypoplasia Syndrome (BPTAS).

Dalam hal ini, kelainan terjadi karena perubahan genetik yang menyebabkan protein esensial bermigrasi ke nukleolus, yaitu gumpalan besar protein pada pada inti sel.

“Kami menemukan mekanisme baru yang dapat berperan dalam berbagai macam penyakit, termasuk penyakit keturunan serta kanker,” kentara Dr. Denes Hnisz , ketua kelompok penelitian MPIMG. “Faktanya, kami telah menemukan lebih asal 600 mutasi serupa, 101 pada antaranya diketahui terkait menggunakan gangguan yg tidak sinkron.”

“Penemuan, yang dipimpin sang Dr. Hnisz serta timnya, di mana Dr. Carla García-Cabau serta aku menggunakan suka hati berkontribusi, membuka pintu bagi diagnosis baru yang dapat menunjuk di penjelasan banyak penyakit lain, sebaik mungkin. terapi masa depan”, jelas Dr. Xavier Salvatella , peneliti ICREA dan pemimpin Laboratorium Biofisika Molekuler pada IRB Barcelona.

Ketika ini sulit buat menentukan jumlah penyakit yang memiliki mekanisme yang mendasarinya, tetapi diketahui terlibat dalam kanker. “Peluang membuatkan terapi bertarget buat prosedur ini jauh lebih baik,” tambah Dr. Hnisz .

“Karya ini artinya model bahwa memahami bagaimana protein yg tidak teratur secara intrinsik menjalankan kegunaannya memungkinkan kita untuk memahami konsekuensi mutasi serta, oleh sebab itu, prosedur penyakit”, Dr. Salvatella menyimpulkan , yg berkontribusi pada mengkarakterisasi konsekuensi mutasi di struktural sifat proteiin dipelajari dalam pekerjaan ini.

Kaitan UMA

KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 8226331
[email protected]

Lokasi Program Studi Biologi

© 2026 Universitas Medan Area | Fakultas Sains dan Teknologi

This will close in 0 seconds