Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
twitter
youtube
instagram
Universitas Medan Area
Call Support 061-7360168
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No.1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI
  • Beranda
  • Profil
    • Akreditasi
    • Fungsionaris
    • Struktur
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Dosen Pembimbing Akademik
    • Informasi Akademik
      • Akademik Online
      • SI-LIMA
      • Elearning
      • Jurnal
      • Lapor AOC
    • Jadwal Akademik
      • Jadwal Pengisian KRS
      • Jadwal Kuliah
      • Jadwal Praktikum
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • Jadwal Wisuda
      • SEMESTER ANTARA
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
      • Semester I
      • Semester II
      • Semester III
      • Semester IV
      • Semester V
      • Semester VI
      • Semester VII
      • Semester VIII
  • Aktivitas Prodi
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • Mahasiswa
    • Beasiswa
      • Syarat dan Ketentuan Penerima KIP Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/i Bersaudara Kandung
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/I Yang Berprestasi di Sekolah (Ranking I, II dan III)
      • Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik
    • Sistem Informasi
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • SI-LIMA
      • AOC
      • Elearning
      • Apik
      • Opac
    • Prestasi Mahasiswa
  • Dosen
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • SI-LIMA
    • Elearning
    • Opac
  • Arsip
    • Dokumen Prodi
  • Alumni
    • Tracer Study
    • DATA ALUMNI
    • Aktivitas Alumni
    • Layanan Alumni
  • Laboratorium
    • Informasi Laboratorium
    • Aplikasi Laboratorium
  • Hubungi Kami

Aneuploidi sebagai biomarker respon terhadap imunoterapi

Home > blog > Aneuploidi sebagai biomarker respon terhadap imunoterapi

Aneuploidi sebagai biomarker respon terhadap imunoterapi

Posted on 17 December 2022 by admin
0

Kehadiran perubahan jumlah kromosom dalam sel tumor memprediksi respons terhadap imunoterapi menjadi pelengkap beban mutasi, menunjukkan studi terbaru yg dipimpin sang para peneliti di University of Chicago dan diterbitkan pada Nature Genetics .

Imunoterapi kanker artinya galat satu pencapaian utama pada pengobatan kanker. Sejalan menggunakan pengembangan pendekatan terapeutik ini, yg berusaha buat mengaktifkan sistem kekebalan terhadap sel tumor, terdapat tantangan klinis lainnya: mengidentifikasi biomarker yang memungkinkan buat memprediksi apakah pasien akan merespons pengobatan.

keliru satu biomarker yg paling menjanjikan ialah beban mutasi tumor , yang telah divalidasi pada berbagai penelitian menjadi biomarker prognostik serta prediktif buat pengobatan menggunakan inhibitor pos pemeriksaan imun. dengan demikian, diperkirakan beban mutasi yang tinggi dikaitkan dengan respons yang lebih baik terhadap pengobatan dengan imunoterapi. Masalahnya adalah sebagian besar pasien membagikan beban mutasi yang rendah dan tidak ada biomarker yg memungkinkan buat memprediksi respons mereka terhadap imunoterapi.

Sebuah karya teranyar yang dilakukan oleh para peneliti pada University of Chicago telah mengidentifikasi adanya perubahan jumlah kromosom (aneuploidies) pada tumor menjadi biomarker respon pada tumor dengan beban tumor yang rendah.

Perubahan jumlah kromosom di kanker

Aneuploidies artinya fitur awam pada kanker. Mereka hadir buat taraf yg lebih akbar atau lebih kecil dalam proporsi sampel tumor yg tinggi.

karena keseragaman yg muncul pada tumor, studi yang tidak selaras mulai mempertimbangkan penggunaan aneuploidi menjadi biomarker prognostik klinis. dalam arah ini, tim peneliti asal University of Chicago yg dipimpin oleh Sean Pitroda, mengusulkan aneuploidi tumor sebagai biomarker dan sasaran terapi di pasien menggunakan kanker paru-paru non-sel mungil yang diobati dengan radioterapi serta agen penghambat pos pemeriksaan kekebalan.

Aneuploidi menjadi biomarker respon terhadap imunoterapi

dalam studi paralel, tim Pitroda telah mengidentifikasi eksistensi aneuploidies menjadi biomarker independen dan komplementer terhadap beban mutasi .

Para peneliti menganalisis sampel berasal 1.660 pasien kanker yang diobati dengan penghambat pos pemeriksaan kekebalan dan menemukan bahwa tumor menggunakan beban mutasi yang rendah pada mana sejumlah akbar aneuploidi diamati memiliki prognosis yang lebih buruk .

“Studi kami memberikan langkah pertama yang penting pada tahu kiprah aneuploidi tumor pada respons terhadap imunoterapi pada tumor menggunakan beban tumor yang rendah,” para peneliti menyimpulkan. “yang akan terjadi ini memberikan kiprah potensial aneuploidi tumor dalam memandu personalisasi pendekatan terapeutik pada pasien menggunakan kanker yang tidak sama.”

Analitik yg praktis diimplementasikan

Tim peneliti menyoroti bahwa info perihal tingkat aneuploidi bisa diperkirakan berasal pengurutan DNA yang dilakukan secara rutin pada tumor. buat alasan ini, penerapan aneuploidi sebagai biomarker bisa sebagai relatif sederhana dalam pengaturan klinis di mana infrastruktur buat jenis analisis ini telah tersedia.

Kaitan UMA

KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 8226331
[email protected]

Lokasi Program Studi Biologi

© 2026 Universitas Medan Area | Fakultas Sains dan Teknologi

This will close in 0 seconds