Gerombolan A04-Digital and Computational Pathology, Immunopathology and Cancer dari Biosanitary Research Institute of Granada (ibs.GRANADA), sudah melakukan penelitian yang memberikan peran yang dimainkan oleh telomerase, zat yang berkaitan dengan penuaan, pada perkembangan serta prognosis kanker ekspresi.
Kanker ekspresi merupakan penyakit serius yang menghipnotis lebih berasal 375.000 pasien di semua global setiap tahun. Selain itu, menderita tumor ini membawa risiko kematian yg tinggi, dengan lebih dari 150.000 kematian per tahun, terhitung 50% dari kematian selesainya 5 tahun selesainya penaksiran. semua ini terjadi secara fundamental sebagai konsekuensi asal keterlambatan penaksiran sebagian akbar pasien yg menderita kanker mulut. pada beberapa tahun terakhir, minat yg cukup akbar sudah dibangkitkan pada mekanisme molekuler yang mengatur penuaan organ serta jaringan, serta telah diamati bahwa prosedur eksklusif yg terkait dengan penuaan terkait dengan kanker.
Penelitian yg dilakukan asal ibs.GRANADA, oleh profesor Miguel ngel González Moles serta Pablo Ramos García, telah terdiri dari tinjauan sistematis ribuan artikel ilmiah tentang karsinoma sel skuamosa oral, akhirnya memakai total 21, di mana mereka telah menemukan bukti ilmiah yg tinggi yang membagikan pentingnya aktivitas telomerase di kanker ekspresi.
Orang yang lebih tua mempunyai risiko lebih tinggi terkena tumor. galat satu mekanisme yg menjelaskan liputan ini terkait dengan pemendekan telomer, yaitu fragmen DNA pada ujung kromosom, yang fungsi esensialnya adalah melindungi residu DNA kromosom. dengan penuaan, telomer semakin memendek sampai akhirnya meninggalkan DNA yg tak terlindungi, yang akibatnya mulai berbagi perubahan pada strukturnya yang artinya predisposisi kanker. Pemeliharaan panjang telomer dalam sel neoplastik adalah keliru satu jalur di mana kanker berkembang dan menyebar. Sel tumor mencapai ini menggunakan mengaktifkan enzim, telomerase, yang fungsi utamanya merupakan mempertahankan panjang telomer.
Pada banyak jenis tumor, peningkatan aktivitas enzim telomerase bisa dideteksi, sering dimediasi sang produksi hiperbola galat satu komponennya, telomerase reverse transcriptase, yang kita sebut TERT.
Penelitian yang diterbitkan pada jurnal bergengsi Cancers sang González Moles dan Ramos García, yg melibatkan total 1.698 pasien dengan kanker verbal, telah menunjukkan buat pertama kalinya bahwa peningkatan kegiatan enzim TERT pada sel tumor, diukur menggunakan sederhana. metode imunohistokimia, berperilaku sebagai penanda kuat risiko kematian di pasien dengan kanker lisan. Temuan ini mungkin akan membantu untuk lebih memprediksi prognosis pasien ini serta buat menentukan mereka yg akan membutuhkan pengobatan yang lebih proaktif serta tindak lanjut yang lebih dekat, dan semua ini mungkin akan menghasilkan peningkatan kelangsungan hidup pasien ini.
Gerombolan penelitian “Digital and Computational Pathology, Immunopathology and Cancer” berasal ibs.GRANADA, yang penelitinya bertanggung jawab adalah Javier Luis López Hidalgo serta Miguel ngel González Moles, memfokuskan penelitiannya pada identifikasi penanda baru minat prognostik dan diagnostik di kanker . beliau juga melakukan penelitian perihal biopatologi karsinoma sel skuamosa rongga verbal, yang intinya ditujukan buat analisis penanda proliferasi sel di epitel premaligna dan jaringan tumor, dan studi ihwal protein perangsang proliferasi. dalam beberapa tahun terakhir, jalur primer gerombolan sudah diarahkan ke bidang ekspresi penanda sel induk kanker pada epitel prakanker serta kanker lisan, serta analisis aktualisasi diri ciri kanker (karakteristik spesial sel neoplastik). waktu ini, dengan menggunakan patologi digital dan indera patologi komputasi, kelompok peneliti sedang menyebarkan model pembelajaran melalui pembelajaran mendalam menjadi lini baru penelitian kanker.


