Sebuah studi yg diterbitkan di Nature Cell Biology menyajikan prosedur baru yg mendorong umur panjang limfosit T: beberapa asal sel-sel ini menaikkan panjang telomer mereka melalui transfer telomer berasal sel lain.
Pemendekan telomer, struktur yang melindungi ujung kromosom, ialah galat satu ciri penuaan. mirip kebanyakan sel, limfosit T, elemen penting buat respon imun, mengalami pemendekan telomer pada setiap pembelahan. Jadi, setelah daur pembelahan berulang, telomernya, yang terdiri berasal fragmen DNA berulang, memendek sampai mencapai batas yang merusak fungsi sel serta mengaktifkan penuaan.
hingga batas eksklusif, sel T (mirip jenis sel lainnya) bisa mengkompensasi pemendekan telomer melalui prosedur yang mengaktifkan enzim telomerase waktu saatnya buat berproliferasi selama respon imun. namun, prosedur ini tidak cukup buat mengungkapkan perlindungan yg diamati pada limfosit T, karena setelah episode stimulasi imun yang berurutan serta tahap proliferasi berikutnya, aktivitas telomerase menurun.
Sebuah studi internasional memberikan taktik lain, terlepas berasal telomerase, yang digunakan sang beberapa limfosit T buat memperpanjang telomer mereka. Para peneliti sudah menemukan bahwa beberapa sel ini bisa memperoleh DNA telomerik dari sel lain yang diangkut melalui vesikel ekstraseluler.
DNA telomer yang diterima sel T dari dari berbagai sel imun (sel B, sel dendritik, atau makrofag) yg bertanggung jawab untuk mempresentasikan antigen ke sel T, dan ditransfer ketika ke 2 jenis sel terhubung. Selanjutnya, aktivasi respon imun pula mengaktifkan fungsi telomerase. menggunakan cara ini, saat limfosit mulai berkembang biak, mereka dilengkapi menggunakan telomer yg melindungi materi keturunan mereka. Para peneliti memperkirakan bahwa transfer telomer memperpanjang kromosom lebih kurang 30 kali lebih banyak daripada aktivitas telomerase.
Transfer telomer sebagai prosedur buat menaikkan respon imun
saat limfosit T mendapatkan transfer DNA telomer, mereka memperoleh ciri sel punca atau sel memori yang menyampaikan kekebalan jangka panjang. mekanisme yg memperpanjang umur dan menunda penuaan limfosit ini memiliki akibat potensial buat mencegah penuaan sistem kekebalan. Faktanya, para peneliti berpendapat bahwa sel T tua dihasilkan pada episode aktivasi kekebalan pada mana transfer telomer tidak terjadi.
“Reaksi transfer telomer antara sel-sel kekebalan dibangun pada atas inovasi telomerase pemenang pemberian Nobel serta memberikan bahwa sel-sel bisa bertukar telomer sebagai cara buat mengatur panjang kromosom sebelum aksi telomerase dimulai”, kata Alessio Lanna, profesor kehormatan pada University College of London serta penulis pertama karya tersebut. “ada kemungkinan penuaan bisa diperlambat atau disembuhkan hanya dengan mentransfer telomer.”
pada pekerjaan tersebut, para peneliti memecahkan beberapa pertanyaan menarik perihal transfer telomer pada limfosit T. misalnya, mereka telah menentukan bahwa sel penyaji antigen membongkar protein shelterin yg melindungi telomer sebelum transfer. Selain itu, mereka sudah mengamati bahwa transfer telomer bergantung pada eksistensi protein Rad51 (terlibat pada pemugaran DNA dan pemeliharaan telomer) pada vesikel ekstraseluler. di sisi lain, mereka telah menemukan bahwa tidak seluruh sel T bisa memperoleh telomer dari sel penyaji antigen buat menghindari penuaan. Hanya beberapa populasi limfosit T yang melakukannya, terutama limfosit T “naif” dan limfosit memori pusat.
poly pertanyaan juga masih harus diselesaikan, seperti mengapa transfer telomer terkadang gagal, prosedur lain apa yg mengontrol proses ini, atau apakah sel T memori yg dihasilkan tanpa adanya transfer telomer memiliki umur panjang yg sama dengan yg diuntungkan sang mekanisme ini.
untuk waktu ini, para peneliti telah mulai mengeksplorasi penggunaan transfer telomer menjadi penguat sistem kekebalan tubuh. pada model tikus, mereka telah menemukan bahwa vesikel ekstraseluler bisa dimurnikan dari darah dan digunakan untuk menaikkan kapasitas limfosit T yang luas terhadap infeksi. Selain itu, pada kombinasi dengan vaksin, penggunaan limfosit yg diobati menggunakan vesikel dengan telomer berkontribusi buat memperkuat memori jangka panjang.


