Ahead Therapeutics merupakan spin-off baru yg terkait dengan gerombolan penelitian Diabetes Immunology, yang dipimpin sang Marta Vives-Pi pada IGTP, serta grup penelitian NanoChemistry and Supramolecular Materials, yg dipimpin sang Profesor Daniel Maspoch di ICN2, pada siapa Dr. Mary Cano juga milik.
Perusahaan ini lahir Desember lalu, sehabis para peneliti membentuk dan menguji kemanjuran imunoterapi di diabetes tipe 1 dan multiple sclerosis eksperimental, melalui penggunaan nanoteknologi.
Hanya pada beberapa bulan, Ahead Therapeutics, pada bawah arahan eksekutif Martí Dalmases, sudah memperoleh 1,1 juta euro dalam pembiayaan dari investor partikelir buat menyebarkan terapi baru, yg berdasarkan di penggunaan liposom buat menghentikan reaksi destruktif jaringan sendiri, mengakibatkan penyakit autoimun.
berdasarkan promotornya, perusahaan ini lahir buat memberikan dorongan ekonomi dan struktural yang diperlukan untuk mentransfer kemajuan terapeutik ke klinik, yg bisa diterjemahkan ke dalam imunoterapi buat diabetes tipe 1 dan multiple sclerosis, yang semakin tak jarang terjadi. di luar donasi lembaga, konstitusi perusahaan sudah dimungkinkan berkat kontribusi ZBM Business Connect dan saran dari firma hukum Rousand Costas Duran.
Imunoterapi
setelah lima tahun penelitian dan publikasi, para peneliti asal IGTP, ICN2 serta ICREA sudah berhasil menunjukkan kemanjuran imunoterapi terhadap autoimunitas. taktik baru telah diuji pada model hewan yg terpengaruh oleh jenis kondisi ini.
Terapi terdiri dari penggunaan liposom yang mensimulasikan sel-sel dalam proses kematian alami buat secara definitif menghentikan reaksi yg salah terhadap jaringan mereka sendiri, yang menyebabkan penyakit autoimun. Liposom, homogen partikel yg digunakan dalam pengobatan pada beberapa kesempatan, adalah tetesan kecil air dengan lapisan luar lemak, seperti dengan yg menutupi sel. pada kasus diabetes tertentu, waktu dimasukkan ke dalam tubuh, liposom ini berhasil menghentikan penghancuran sel-sel pankreas yang memproduksi insulin (sel beta) serta, sang sebab itu, mencegah penyakit.
taktik imunomodulator ini pula bisa diterapkan di penyakit autoimun lainnya, seperti rheumatoid arthritis atau penyakit celiac.


