Sebuah tim peneliti berasal University of Seville telah mendeskripsikan mekanisme baru buat mengatur degradasi dan siklus ulang protein. Ini dijelaskan pada sebuah artikel yang serius pada aksi fungi Neurospora crassa dan menjelaskan sikap protein VE-1 di dalamnya. Teks tadi merupakan akibat karya dari Tesis Doktor María del Mar Gil Sánchez, yang telah disutradarai oleh profesor Departemen Genetika Luis M. Corrochano Peláez. Selain itu, Sara Cea Sánchez, Eva M. Luque Fobelo dan David Cánovas López telah berkolaborasi. Penelitiannya dapat membantu buat tahu proses yg, seperti yang diusulkan sebelumnya, mungkin menjadi akar dari penyakit autoimun atau neurodegeneratif seperti Parkinson.
siklus ulang komponen seluler artinya aspek penting pada kehidupan sel. galat satu komponen sel, protein, didaur ulang ketika tidak lagi dibutuhkan buat memakai kembali komponennya, asam amino. Selanjutnya, degradasi protein pengatur memungkinkan sel buat mengatur kelimpahannya selama daur dan perkembangan sel. waktu siklus ulang tidak bekerja menggunakan baik, sel menumpuk protein yg tidak perlu, dan telah diusulkan bahwa poly penyakit autoimun atau neurodegeneratif ditimbulkan oleh perubahan regulasi degradasi serta daur ulang protein.
gerombolan kerja ilmuwan AS ini menyebutkan prosedur baru buat mengatur degradasi serta daur ulang protein dalam artikel yang diterbitkan di BMC Biology. pada fungi Neurospora crassa, proteinn VE-1 membentuk bagian asal kompleks proteinn yang mengkoordinasikan perkembangan selama aneka macam tahap siklus hidupnya menggunakan biosintesis metabolit dan pigmen fotoprotektif mirip karotenoid. waktu jamur mulai menyebarkan spora untuk penyebaran, proteinn VE-1 terdegradasi, namun degradasi ini berkurang Jika fungi terkena cahaya.
Para peneliti pada Departemen Genetika sudah mengkarakterisasi peran proteasom serta beberapa proteinn yang mengatur degradasi sang ubiquitylation dalam degradasi VE-1. Demikian juga, mereka telah melanjutkan buat menentukan peran fotoreseptor WC-1 pada regulasi cahaya degradasi VE-1. sebagai konsekuensi asal pekerjaan mereka, penulis mengusulkan bahwa mekanisme baru ini mencegah degradasi VE-1 ketika jamur terkena cahaya saat fajar dan membantu merangsang biosintesis pigmen fotoprotektif. menggunakan cara ini, prosedur baru buat mengatur degradasi VE-1 sang cahaya dapat dipergunakan untuk mengontrol daur ulang proteinn lain pada organisme lain serta juga akan memungkinkan pemahaman yang lebih baik perihal perubahan degradasi proteinn yg menyebabkan penyakit.


