Defisit pada mekanisme regulasi emosi yg umumnya diderita sang orang dengan gangguan bipolar mungkin ditimbulkan sang akumulasi pengalaman jelek antara usia 6 serta 11 tahun. Ini artinya pertama kalinya korelasi ini terjalin setelah kelompok penelitian menelaah akibat berasal jenis pengalaman ini selama 18 tahun pertama kehidupan. Penelitiannya merupakan bagian berasal proyek BIPOGENT perihal gangguan bipolar serta sudah melibatkan peneliti dari Institut Pere Mata University Hospital milik CIBER for Mental Health (CIBERSAM), Pere Virgili Health Research Institute (IISPV)-CERCA dan Universitat Rovira i Virgili , bekerja sama dengan Departemen Psikiatri di Harvard Medical School.
dalam studi mereka, tim peneliti memakai Abuse and Maltreatment Exposure Chronology Scale (MACE), instrumen baru yang memungkinkan penanggalan pengalaman buruk selama 18 tahun pertama kehidupan seorang. mempelajari pengalaman ini di pasien menggunakan gangguan bipolar artinya relevan Jika kita memperhitungkan bahwa insan melalui banyak sekali tahap pematangan otak serta konsolidasi psiko-emosional asal masa kanak-kanak hingga kehidupan dewasa.
dalam proses ini ada usia eksklusif yg merupakan periode sensitif buat beberapa pembelajaran, sampai-sampai konsolidasi berbagai fase perkembangan otak sangat bergantung di pengalaman serta hubungan yg terjalin menggunakan lingkungan. Ini ialah bagaimana situasi yang merugikan bisa melibatkan stres beracun dan mencegah pembentukan fungsi mental yg tepat yg akan mendasar setelah dewasa serta yg terutama dapat mensugesti orang yang terkena, pada hal ini, oleh gangguan bipolar.
Studi ini sudah dikoordinasikan oleh direktur penelitian Institut Pere Mata dan wakil direktur IISPV, Elisabet Vilella, dan proyek adaptasi dan validasi di lingkungan kita Skala Kronologi gambaran dalam ‘Penyalahgunaan serta Penganiayaan sudah dikoordinasikan sang psikolog klinis asal institusi yg sama, Alfonso Gutiérrez-Zotes. hasil penelitian tadi sudah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Journal of Interpersonal Violence.


