Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
twitter
youtube
instagram
Universitas Medan Area
Call Support 061-7360168
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No.1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI
  • Beranda
  • Profil
    • Akreditasi
    • Fungsionaris
    • Struktur
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Dosen Pembimbing Akademik
    • Informasi Akademik
      • Akademik Online
      • SI-LIMA
      • Elearning
      • Jurnal
      • Lapor AOC
    • Jadwal Akademik
      • Jadwal Pengisian KRS
      • Jadwal Kuliah
      • Jadwal Praktikum
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • Jadwal Wisuda
      • SEMESTER ANTARA
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
      • Semester I
      • Semester II
      • Semester III
      • Semester IV
      • Semester V
      • Semester VI
      • Semester VII
      • Semester VIII
  • Aktivitas Prodi
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • Mahasiswa
    • Beasiswa
      • Syarat dan Ketentuan Penerima KIP Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/i Bersaudara Kandung
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/I Yang Berprestasi di Sekolah (Ranking I, II dan III)
      • Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik
    • Sistem Informasi
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • SI-LIMA
      • AOC
      • Elearning
      • Apik
      • Opac
    • Prestasi Mahasiswa
  • Dosen
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • SI-LIMA
    • Elearning
    • Opac
  • Arsip
    • Dokumen Prodi
  • Alumni
    • Tracer Study
    • DATA ALUMNI
    • Aktivitas Alumni
    • Layanan Alumni
  • Laboratorium
    • Informasi Laboratorium
    • Aplikasi Laboratorium
  • Hubungi Kami

Mengidentifikasi gen yang menyebabkan sindrom neurologis dan tulang baru

Home > blog > Mengidentifikasi gen yang menyebabkan sindrom neurologis dan tulang baru

Mengidentifikasi gen yang menyebabkan sindrom neurologis dan tulang baru

Posted on 7 April 2022 by admin
0

Sebuah tim internasional yang dipimpin sang IDIBELL dan tempat tinggal Sakit Necker di Paris sudah mengidentifikasi mutasi pada gen SLC35B2sebagai penyebab sindrom yg, meskipun minoritas serta tidak diketahui sampai sekarang, bisa mensugesti ratusan orang pada dunia yang masih belum terdiagnosis. gejala gangguan ini termasuk keterlambatan perkembangan saraf global, disfungsi motorik, dan deformitas sendi tulang belakang dan pinggul.

mirip yg dijelaskan oleh penelitian yang diterbitkan pada jurnal Brain , para peneliti telah mengurutkan semua genom serta telah menganalisis data dengan indera komputasi. Selain itu, mereka pula telah menunjukkan dalam tes laboratorium bahwa mutasi ini menghambat protein SLC35B2, sehingga memperkuat hubungan sebab-akibat antara mutasi serta gangguan yang disebutkan di atas.

pada hal ini, gen yang terlibat mengkode enzim yang ialah pemain kunci dalam metabolisme proteoglikan, molekul krusial dalam perkembangan otak dan mielin, zat penting yang menutupi neuron dan memungkinkan konduksi impuls listrik yg benar. . Kerusakan enzim ini menyebabkan jenis leukodistrofi yang meliputi stigma serius dalam pembentukan mielin serta pula sistem kerangka.

berdasarkan Dr. Aurora Pujol , ketua studi, kepala grup penyakit neurometabolik pada IDIBELL, anggota CIBER for Rare Diseases (CIBERER) serta peneliti ICREA, “ temuan ini akan memungkinkan kami mengidentifikasi lebih banyak kasus orang dengan dilema neurologis serta tulang yang serupa , namun hingga kini tetap tak terdiagnosis, kadang-kadang selama lebih asal 10 tahun, serta pula membuka pintu buat menemukan pengobatan buat pasien ini . Ini juga mengungkapkan unsur-unsur yg diperlukan buat pembentukan mielin pada otak, yg dapat berfungsi untuk lebih memahami penyakit serupa serta lebih seringkali mirip multiple sclerosis. ”

Genetika leukodistrofi

Leukodystrophies merupakan penyakit genetik langka yang mempengaruhi sistem saraf. Mereka sangat parah serta mempunyai prognosis yg jelek, dengan sedikit pilihan terapi, meskipun terapi gen menjanjikan pada penyakit mirip adrenoleukodystrophy atau leukodystrophy metachromatic. hingga waktu ini, lebih asal 150 gen penyebab leukodistrofi sudah diidentifikasi.

pada beberapa tahun terakhir, gerombolan ini telah mampu mengidentifikasi sindrom neurologis baru lainnya yang ditimbulkan sang gen DLG4, UBAP1, PI4KA, PRORP, atau DEGS1. taktik pengobatan genomik presisi untuk penaksiran yg dipergunakan oleh gerombolan Dr. Pujol terdiri dari pengurutan genom pasien dan berbagi alat analisis komputasi canggih baru untuk mengidentifikasi gen baru yang bertanggung jawab atas penyakit. Kandidat gen terbaik dikonfirmasi menggunakan menemukan lebih poly pasien menggunakan tanda-tanda serta mutasi serupa pada database dunia, mirip GeneMatcher.

Proyek ini telah didanai menggunakan dana berasal Fundación La Marató de TV3, proyek Kedokteran Genomik PERIS-URDCat dari Departemen Kesehatan Generalitat, Yayasan Hesperia, Kementerian Kesehatan dan CIBERER, menggunakan kolaborasi asosiasi keluarga ( ELA-Spanyol).

Kaitan UMA

KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 8226331
[email protected]

Lokasi Program Studi Biologi

© 2026 Universitas Medan Area | Fakultas Sains dan Teknologi

This will close in 0 seconds