Para peneliti berasal jalur sinyal serta kelompok angiogenesis pada Bellvitge Biomedical Research Institute (IDIBELL) yang dipimpin sang Mariona Graupera telah memberikan bahwa protein PTEN adalah kunci buat mencegah proliferasi sel yg tak terkendali yang membuat pembuluh darah pada proses angiogenesis. hasil penelitian tadi dipublikasikan pada jurnal Nature Communications.
Pertumbuhan pembuluh darah dengan cara bertunas (sprouting pada bahasa Inggris) ialah prosedur sentral berasal pembentukan pembuluh darah dan dimulai dengan spesialisasi sel endotel menjadi aneka macam jenis sel. pada satu sisi, sel-sel ujung (tip dalam bahasa Spanyol) yg memandu arah pertumbuhan serta yang sulit berkembang biak dan pada sisi lain, sel-sel tangkai (pada bahasa Spanyol) yg tumbuh pada belakang membentuk lumen pembuluh darah baru.
Studi sebelumnya sudah membagikan bahwa jalur pensinyalan Notch terlibat pada kontrol sel Stalk dengan memblokir proliferasi mereka. Pekerjaan tim Mariona Graupera memberikan bagaimana Notch mengaktifkan PTEN serta mempromosikan penghentian siklus sel dan oleh karena itu mencegah proliferasi sel. Para peneliti sudah membagikan baik dalam kultur sel dan di tikus bahwa menggunakan tidak adanya PTEN, bahkan Jika Notch diaktifkan, proliferasi sel Stalk tak berhenti, yg mengarah pada pembentukan pembuluh darah yg menyimpang.
Mengetahui fisiologi buat melawan penyakit
“menelaah fisiologi angiogenesis memungkinkan kita buat lebih memahami penyakit di mana terdapat pertumbuhan pembuluuh darah yang menyimpang, mirip halnya kanker, dan buat menemukan pendekatan terapi yang lebih baik” kentara Mariona Graupera.
pada beberapa tahun terakhir, telah terlihat bahwa terapi antiangiogenik bersifat jangka pendek dan dalam jangka panjang dapat berbahaya. Pendekatan ketika ini bertujuan buat menormalkan pembuluh darah sebagai akibatnya nutrisi serta oksigen mencapai sel tumor, begitu jua agen kemoterapi.
“pada pengertian ini, PTEN dapat dipergunakan buat menormalkan pembuluuh darah dan menjaga ketenangan, ekuilibrium dalam pembentukan pembuluuh darah,” simpul peneliti.


