Sebuah tim yang dipimpin sang peneliti CSIC sudah mengidentifikasi molekul alami yg terdapat pada sel insan yg menghambat replikasi virus hepatitis C, yg beredar luas pada semua global serta adalah keliru satu penyebab primer kanker hati. Ini ialah nukleosida guanosin yang, waktu terdapat pada pada sel, menyebabkan reaksi berantai yg membarui mesin replikasi virus serta dengan demikian mencegah penyebarannya. Hasilnya, yang diterbitkan dalam jurnal Plos Pathogens , menyebabkan pertanyaan apakah senyawa umum lainnya pada metabolisme insan jua berpotensi mengganti bepergian infeksi virus.
“Guanosin adalah zat yang kita semua produksi secara alami serta terlibat pada banyak proses vital,” kata peneliti Esteban Domingo , ahli virologi pada CSIC serta co-direktur penelitian beserta dengan dokter Antonio Mas serta Celia Perales, yang memimpin tim. terdiri berasal grup penelitian dari Universitas Castilla La Mancha, Fundación Jiménez Díaz serta CSIC. “dalam penelitian ini kami telah menunjukkan bahwa guanosin bisa secara drastis mengubah perjalanan infeksi oleh virus hepatitis C,” tambah Domingo, yang bersama menggunakan Perales artinya bagian berasal Center for Biomedical Research Network (CIBER) Liver and Digestive Diseases.
“Molekul guanosin artinya produk modifikasi berasal guanin, salah satu asal empat basa yang, dalam bentuk turunan yang dianggap nukleotida, menghasilkan tautan materi genetik semua makhluk hayati, termasuk virus,” kentara Domingo. Guanin serta turunannya sangat melimpah pada alam dan terkadang memiliki kiprah yang tidak terduga. salah satu contohnya adalah keberadaan guanin dalam sisik ikan, yang berkontribusi pada kemampuan vertebrata air ini buat memantulkan cahaya. “Guanosin dan produk modifikasinya dengan molekul fosfat (disebut nukleotida) mempunyai banyak fungsi dalam metabolisme, tetapi aktivitas antivirus sulit buat dicurigai,” istilah Domingo.
tiga gerombolan penelitian telah menunjukkan bahwa keberadaan guanosin mengganti tingkat nukleotida lain pada pada sel, sedemikian rupa sebagai akibatnya mesin pengganda virus hepatitis C menghasilkan kesalahan yg sangat aneh yang menyebabkan pembentukan salinan virus yg rusak. “Apa yang dilakukan mesin adalah melompat lebih berasal yg seharusnya, sepertinya random serta membuat produk genomik virus yg kehilangan bagian materi genetik,” perinci peneliti.
Para peneliti yang bekerja sama dalam penelitian ini terbiasa melihat virus membuat kesalahan (dianggap mutasi), namun apa yang mereka lihat dengan virus hepatitis C mengejutkan. Mereka mengungkapkannya dengan menggabungkan analisis populasi virus yang tumbuh menggunakan ada atau tidak adanya guanosin serta menggunakan mengamati perilaku enzim polimerase (yang melakukan replikasi virus) pada tabung reaksi.
Selain mengambarkan bahwa metabolit alami bisa membantu menghentikan virus, hasilnya telah mengatakan prosedur produksi virus yg rusak. Bentuk-bentuk virus ini hayati berdampingan dengan pasangannya yg menular dan meskipun pengaruh biologisnya mulai diketahui, sedikit yg diketahui wacana bagaimana mereka diproduksi. Karya yang baru saja diterbitkan memberikan interpretasi dari-usulnya dan membuka jalan bagi penelitian baru.
dampak guanosin sangat kentara buat virus hepatitis C namun, yg menarik, itu tidak mengganti perbanyakan virus lain yang diuji oleh para peneliti ini, yang menyebabkan pertanyaan perihal virus hepatitis C apa yang mengakibatkan pengaruh yg tidak biasa ini. Hasilnya mengundang pertanyaan apakah senyawa umum lainnya dalam metabolisme insan juga bisa mengganti perjalanan infeksi virus.
Faktanya, beberapa turunan nukleotida tidak alami sudah digunakan menjadi agen antivirus, termasuk pengobatan covid-19. Kemungkinan bahwa aktivitasnya bisa diperkuat menggunakan anugerah senyawa alami berasal metabolisme manusia diincar.


