Jesús Rodríguez dan Ana Mateos, peneliti pada pusat Nasional untuk Penelitian Evolusi insan (CENIEH), mengkonsolidasikan kepemimpinan jaringan internasional METODE, yang dirancang buat menelaah pendudukan manusia di Eropa serta konteks lingkungannya selama Revolusi Pertengahan Pleistosen, suatu periode kritis, antara 1,1 serta 1/2 juta tahun yang lalu, ditandai menggunakan perubahan rezim iklim pada skala global, yang secara drastis dan kompleks mempengaruhi ekosistem serta distribusi manusia.
Jaringan ini, terbuka buat komunitas ilmiah, menyatukan 31 peneliti Eropa dari Jerman, Denmark, Inggris, Prancis, Italia, Belanda, Ukraina, serta Spanyol, termasuk: arkeolog yang berspesialisasi dalam pekerjaan awal di Eropa, ahli paleontologi yg mempelajari flora serta fauna itu periode, dan peneliti asal ilmu absolut, ekamatra atau teknik, ahli dalam pemodelan matematika.
“Interdisipliner merupakan galat satu kontribusi terbesar dari jaringan ini, sebab menggunakan itu tujuannya merupakan untuk menciptakan pendekatan baru yg memungkinkan kita buat tahu bagaimana syarat lingkungan menghipnotis pekerjaan manusia pertama di benua Eropa”, kentara Jesús Rodríguez.
contoh matematika
Melalui jejaring ini dimaksudkan buat membuatkan data, contoh dan hipotesis kerja dalam upaya menciptakan sains pada antara seluruh. Bahkan, galat satu perangkat lunak matematika pertama yg didesain sang anggota jaringan ini akan segera tersedia melalui Internet buat dipergunakan secara perdeo oleh semua komunitas ilmiah.
Ini artinya contoh untuk mengukur persaingan antara hewan pemakan daging pada suatu ekosistem, yg sudah dikembangkan oleh gerombolan Paleoekologi dan Paleofisiologi CENIEH dan diimplementasikan oleh Jesús A. Martín, asal Departemen Matematika serta Komputasi Universitas Burgos.
contoh percontohan lain yg dikembangkan oleh ke 2 kelompok CENIEH bekerja sama dengan Ericson Hölzchen, dari Senckenberg Research Institute di Frankfurt (Jerman), mensimulasikan penyebaran insan pada Eropa selama Revolusi Pertengahan Pleistosen, dan berdasarkan di pemodelan agen. model ini akan dipresentasikan di Seminar Antropologi dan Perubahan Iklim bertajuk “Anthropology, Weather and Climate Change”, yg akan berlangsung di British Museum pada London Mei ini.
“contoh serta simulasi matematika telah terbukti menjadi alat yang sangat bermanfaat untuk menggambarkan dinamika sistem kompleks dalam disiplin ilmu terkait lainnya, seperti Ekologi, tetapi mereka tidak sering digunakan dalam studi evolusi manusia,” kata Ana Mateos.
Jaringan INQUA
Jaringan METHOD, buat akronimnya pada bahasa Inggris (Modelling EnvironmenTal dynamics and HOminin Dispersals around the Mid-Pleistocene Revolution), juga dipimpin oleh dokter Christine Hertler asal Senckenberg Forschungsinstitut dari Frankfurt dan Maria Rita Palombo dari Universitá pada Roma, dan telah dibiayai sang INQUA (International Union for Quaternary Research), dengan pengakuan International Focus group (IFG) berasal HABCOM (Humans and Biosphere Commission).


