Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
twitter
youtube
instagram
Universitas Medan Area
Call Support 061-7360168
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No.1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI
  • Beranda
  • Profil
    • Akreditasi
    • Fungsionaris
    • Struktur
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Dosen Pembimbing Akademik
    • Informasi Akademik
      • Akademik Online
      • SI-LIMA
      • Elearning
      • Jurnal
      • Lapor AOC
    • Jadwal Akademik
      • Jadwal Pengisian KRS
      • Jadwal Kuliah
      • Jadwal Praktikum
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • Jadwal Wisuda
      • SEMESTER ANTARA
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
      • Semester I
      • Semester II
      • Semester III
      • Semester IV
      • Semester V
      • Semester VI
      • Semester VII
      • Semester VIII
  • Aktivitas Prodi
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • Mahasiswa
    • Beasiswa
      • Syarat dan Ketentuan Penerima KIP Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/i Bersaudara Kandung
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/I Yang Berprestasi di Sekolah (Ranking I, II dan III)
      • Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik
    • Sistem Informasi
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • SI-LIMA
      • AOC
      • Elearning
      • Apik
      • Opac
    • Prestasi Mahasiswa
  • Dosen
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • SI-LIMA
    • Elearning
    • Opac
  • Arsip
    • Dokumen Prodi
  • Alumni
    • Tracer Study
    • DATA ALUMNI
    • Aktivitas Alumni
    • Layanan Alumni
  • Laboratorium
    • Informasi Laboratorium
    • Aplikasi Laboratorium
  • Hubungi Kami

Mengidentifikasi gen baru yang mutasinya menyebabkan distrofi otot bawaan

Home > blog > Mengidentifikasi gen baru yang mutasinya menyebabkan distrofi otot bawaan

Mengidentifikasi gen baru yang mutasinya menyebabkan distrofi otot bawaan

Posted on 3 January 20224 January 2022 by admin
0

Sebuah studi internasional mengidentifikasi gen baru yang bertanggung jawab buat mengakibatkan distrofi otot bawaan dengan epilepsi dan menegaskan peran transportasi antara kompartemen sel yg tidak sama dalam homeostasis otot.

Distrofi otot bawaan meliputi sekelompok gangguan degeneratif onset dini yg terutama menghipnotis otot, meskipun mereka pula bisa mensugesti sistem dan organ lain, seperti paru-paru atau sistem saraf. Variabilitas klinis ditambahkan ke heterogenitas genetik penyakit ini memperumit diagnosis mereka, dan menghasilkan sulit buat mengidentifikasi seluruh gen yang terlibat pada perkembangannya.

sehabis analisis rinci dari tiga pasien menggunakan penyakit otot yang tidak terdiagnosis, tim peneliti berasal Universitas Bielefeld baru saja menambahkan gen BET1 ke daftar gen yang bertanggung jawab buat mengakibatkan distrofi otot bawaan.

Para peneliti menganalisis exome atau bagian pengkodean asal genom pasien, tidak berafiliasi satu sama lain, serta mengidentifikasi mutasi yang tidak sinkron pada gen BET1 menjadi kemungkinan penyebab patologi. kemudian, melalui studi fungsional yang tidak sama, mereka mengkonfirmasi bahwa mutasi menghipnotis tingkat protein yang dikodekan oleh BET1 atau manfaatnya pada sistem transportasi antar sel antara retikulum endoplasma serta aparatus Golgi.

Beberapa gen yang terkait menggunakan distrofi otot kongenital terkait menggunakan kemudian lintas vesikel antara retikulum endoplasma dan aparatus Golgi, di mana penelitian sebelumnya telah menyarankan bahwa perubahan jenis transportasi intraseluler ini dapat mewakili

Studi ini memberikan masalah pertama pada mana mutasi pada gen BET1 membentuk penyakit, khususnya, distrofi otot bawaan. yang akan terjadi ini membuka jalan untuk menaikkan penaksiran jenis penyakit ini. “poly pasien menderita distrofi otot bawaan tanpa menerima diagnosis genetik,” istilah Michael Schwake, seorang peneliti pada Universitas Bielefeld dan direktur penelitian. “Ini sebagian sebab kita masih tahu terlalu sedikit ihwal penyebab genetik serta konsekuensi molekulernya.”

Mulai sekarang, identifikasi dan karakterisasi varian gen BET1 memperlihatkan kemungkinan buat bisa mendiagnosis pasien dengan penyakit neuromuskular yg tak diketahui serta/atau epilepsi.

hasil pekerjaan juga bisa mendukung pengembangan perawatan. Perubahan BET1 , mirip gen lain yang terkait dengan distrofi otot bawaan, mempengaruhi fungsi mesin yang bertanggung jawab buat lalu lintas antara kompartemen membran sel yg tidak selaras. Mengetahui lebih baik bagaimana mutasi memengaruhi transportasi di dalam sel adalah cara penelitian buat membentuk perawatan yang mengatur proses ini pada pasien. “dalam jangka panjang, dimungkinkan buat melihat pada mana terapi wajib dimulai pada sel orang eksklusif,” kata Schwake. “Itulah ide dasar pengobatan yang dipersonalisasi: obat-obatan yg secara sempurna diarahkan di situasi genetik individu.”

Kaitan UMA

KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 8226331
[email protected]

Lokasi Program Studi Biologi

© 2026 Universitas Medan Area | Fakultas Sains dan Teknologi

This will close in 0 seconds