Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
twitter
youtube
instagram
Universitas Medan Area
Call Support 061-7360168
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No.1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI
  • Beranda
  • Profil
    • Akreditasi
    • Fungsionaris
    • Struktur
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Dosen Pembimbing Akademik
    • Informasi Akademik
      • Akademik Online
      • SI-LIMA
      • Elearning
      • Jurnal
      • Lapor AOC
    • Jadwal Akademik
      • Jadwal Pengisian KRS
      • Jadwal Kuliah
      • Jadwal Praktikum
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • Jadwal Wisuda
      • SEMESTER ANTARA
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
      • Semester I
      • Semester II
      • Semester III
      • Semester IV
      • Semester V
      • Semester VI
      • Semester VII
      • Semester VIII
  • Aktivitas Prodi
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • Mahasiswa
    • Beasiswa
      • Syarat dan Ketentuan Penerima KIP Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/i Bersaudara Kandung
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/I Yang Berprestasi di Sekolah (Ranking I, II dan III)
      • Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik
    • Sistem Informasi
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • SI-LIMA
      • AOC
      • Elearning
      • Apik
      • Opac
    • Prestasi Mahasiswa
  • Dosen
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • SI-LIMA
    • Elearning
    • Opac
  • Arsip
    • Dokumen Prodi
  • Alumni
    • Tracer Study
    • DATA ALUMNI
    • Aktivitas Alumni
    • Layanan Alumni
  • Laboratorium
    • Informasi Laboratorium
    • Aplikasi Laboratorium
  • Hubungi Kami

Para ilmuwan mempublikasikan temuan baru tentang autoantibodi yang menargetkan protein sinaptik

Home > blog > Para ilmuwan mempublikasikan temuan baru tentang autoantibodi yang menargetkan protein sinaptik

Para ilmuwan mempublikasikan temuan baru tentang autoantibodi yang menargetkan protein sinaptik

Posted on 21 December 2021 by admin
0

Temuan baru tentang autoantibodi yang menargetkan protein sinaptik diterbitkan di jurnal Neuron serta BRAIN sang para peneliti dari Institute of Neurosciences dan IDIBAPS. ke 2 artikel tersebut dipimpin oleh tim Josep Dalmau bekerja sama dengan peneliti asal kelompok Neurofisiologi, David Soto serta Xavier Gasull, dan grup Christian Geis di tempat tinggal Sakit Universitas Jena (Jerman). Makalah berjudul ‘Antibodi LGI1 mengganti K v1.1 dan reseptor AMPA yg mengganti eksitabilitas sinaptik, plastisitas, dan memori’ diterbitkan pada BRAIN 2018 dan berfokus di efek antibodi imunoglobulin G (IgG) yg diturunkan pasien terhadap protein yg kaya Leusin glioma-inactivated 1 (LGI1). LGI1 menghasilkan kompleks trans-sinaptik menggunakan dua protein – ADAM23 serta ADAM22 –, yg masing-masing berinteraksi secara prasinaps dengan saluran kalium Kv1.1 serta secara pascasinaps dengan reseptor AMPA. Antibodi menghambat hubungan LGI1 dengan protein ini dan membentuk penurunan tingkat sinaptik reseptor Kv1.1 serta AMPA, menyebabkan peningkatan rangsangan neuron hipokampus serta transmisi glutamatergik serta kerusakan parah di potensiasi jangka panjang. Secara keseluruhan, temuan ini memberikan bahwa IgG yang diturunkan berasal pasien menghambat pensinyalan LGI1 prasinaptik dan pascasinaps,

pada makalah ke 2 yang diterbitkan pada Neuron (Human Autoantibodies against the AMPA Receptor Subunit GluA2 Induce Receptor Reorganization and Memory Dysfunction), penulis yg sama membagikan bagaimana autoantibodi spesifik yg ditemukan pada pasien dengan ensefalitis autoimun bereaksi terhadap subunit khusus (GluA2) berasal reseptor AMPA neuronal. sangat menghipnotis transmisi sinaptik. Antibodi anti-GluA2 menginduksi internalisasi reseptor menggunakan pengurangan AMPAR yang mengandung GluA2 sinaptik, yg merusak plastisitas dan memori sinaptik pada hewan yang diobati menggunakan antibodi pasien. Karya ini juga menghubungkan gejala penyakit menggunakan penataan ulang saraf imun spesifik berasal subunit reseptor AMPA.

2 karya yg diterbitkan pada jurnal Neuroscience bergengsi ini menjelaskan mekanisme molekuler yang mendasari ensefalitis autoimun yg memengaruhi protein sinaptik yg menyediakan kerangka kerja buat menjelaskan gejala penyakit.

Kaitan UMA

KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 8226331
[email protected]

Lokasi Program Studi Biologi

© 2026 Universitas Medan Area | Fakultas Sains dan Teknologi

This will close in 0 seconds