Sebuah studi yg dikembangkan pada University of Seville dan dipimpin sang peneliti Emilio Gutiérrez, berasal departemen Biokimia tumbuhan serta hayati Molekuler, telah menghasilkan data baru untuk tahu bagaimana tumbuhan mengelola situasi stres mereka. Kemampuan makhluk hidup ini buat beradaptasi menggunakan banyak sekali syarat yang merugikan menentukan, sebagian besar , kelangsungan hayati mereka. untuk alasan ini, tahu bagaimana mereka mampu merespons serta mengatasi syarat stres ini sangat penting buat merancang pendekatan bioteknologi yang memungkinkan meminimalkan kerugian ekonomi di bidang pertanian yg asal berasal iklim yang semakin berubah.
pada taraf sel, salah satu peristiwa pertama yang terjadi sesudah persepsi sinyal stres ialah pembentukan kompleks sitoplasma yg terdiri dari RNA serta protein yg dikenal menjadi butiran stress. Pembentukan kompleks ini terjadi menjadi prosedur pertahanan untuk menaikkan kelangsungan hayati sel. Meskipun kiprah butiran stres telah dipelajari secara ekstensif di mamalia, peran mereka pada tumbuhan tidak diketahui. pada sebuah karya yg diterbitkan pada tahun 2015 pada jurnal The Plant Cell, ditemukan bahwa protein TSN bertindak sebagai penghubung antara perakitan butiran stress dan ketahanan tanaman. namun, mekanisme molekuler pada mana protein TSN melakukan kiprah ini tidak diketahui.
d5802fc83178aeffd28601e47ccd1f2a, peneliti AS Emilio Gutiérrez telah menemukan bahwa TSN bertindak menjadi protein perancah menggunakan merekrut, melalui wilayah yg sangat tak teratur, poly komponen protein, di antaranya artinya protein yg sebelumnya terletak di butiran stress pada studi model lain. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa kiprah perancah TSN sangat krusial untuk arsitektur dan fungsi butiran stres. di antara komponen tanaman spesifik yang diidentifikasi, ditemukan SnRK1 kinase, sensor sentral pada respons seluler terhadap situasi stres lingkungan dan nutrisi. Studi ini memberikan bahwa lokalisasi SnRK1 pada butiran stres serta interaksinya dengan TSN sangat penting buat aktivasinya. Aktivasi SnRK1 dapat menggerakkan mekanisme molekuler respons terhadap situasi stres yg dipaksakan, sebagai akibatnya memungkinkan kelangsungan hidup sel dan oleh karena itu organisme. Karya tersebut membagikan buat pertama kalinya bagaimana pembentukan butiran stres merusak pensinyalan yang diinduksi oleh SnRK1, galat satu jalur seluler yang paling banyak dipelajari di eukariota.


