Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
twitter
youtube
instagram
Universitas Medan Area
Call Support 061-7360168
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No.1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI
  • Beranda
  • Profil
    • Akreditasi
    • Fungsionaris
    • Struktur
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Dosen Pembimbing Akademik
    • Informasi Akademik
      • Akademik Online
      • SI-LIMA
      • Elearning
      • Jurnal
      • Lapor AOC
    • Jadwal Akademik
      • Jadwal Pengisian KRS
      • Jadwal Kuliah
      • Jadwal Praktikum
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • Jadwal Wisuda
      • SEMESTER ANTARA
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
      • Semester I
      • Semester II
      • Semester III
      • Semester IV
      • Semester V
      • Semester VI
      • Semester VII
      • Semester VIII
  • Aktivitas Prodi
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • Mahasiswa
    • Beasiswa
      • Syarat dan Ketentuan Penerima KIP Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/i Bersaudara Kandung
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/I Yang Berprestasi di Sekolah (Ranking I, II dan III)
      • Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik
    • Sistem Informasi
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • SI-LIMA
      • AOC
      • Elearning
      • Apik
      • Opac
    • Prestasi Mahasiswa
  • Dosen
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • SI-LIMA
    • Elearning
    • Opac
  • Arsip
    • Dokumen Prodi
  • Alumni
    • Tracer Study
    • DATA ALUMNI
    • Aktivitas Alumni
    • Layanan Alumni
  • Laboratorium
    • Informasi Laboratorium
    • Aplikasi Laboratorium
  • Hubungi Kami

Target baru untuk pengembangan obat kanker terungkap

Home > blog > Target baru untuk pengembangan obat kanker terungkap

Target baru untuk pengembangan obat kanker terungkap

Posted on 27 November 2021 by admin
0

Sebuah studi di mana Dewan Tinggi buat Penelitian Ilmiah (CSIC) telah berpartisipasi telah menemukan sasaran baru yg dapat diterapkan dalam desain obat baru dengan toksisitas lebih sedikit daripada yang waktu ini dipergunakan dalam kemoterapi. Ini merupakan daerah persimpangan dalam struktur molekul antara tubulin, protein yg bertanggung jawab buat pemisahan kromosom selama pembelahan sel, dan tiga agen antitumor baru (rhizoxin, maytansine serta PM060184). berdasarkan penelitian ini, yg diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) , pengikatan agen-agen ini ke tubulin menghalangi pembelahan sel sel tumor.

Zona pengikatan pada struktur molekul ketiga senyawa ini, yg dibuat sang penambahan tubulin ke rhizoxin, maytansine dan PM060184, berbeda dari agen antitumor lainnya yg bekerja di tubulin yg diketahui hingga waktu ini. “Temuan ini memungkinkan kami buat tahu secara rinci hubungan obat menggunakan situs pengikatan molekul ini, yg bisa dipergunakan buat optimasi serta desain senyawa baru yg diarahkan ke situs tadi. Selain itu, ini menunjukkan kepada kita bagaimana prosedur aksi yang menghalangi ujung mikrotubulus yg tumbuh yang dibuat oleh tubulin bekerja ”, kentara peneliti CSIC Fernando Díaz, asal pusat Penelitian hayati.

Resistensi terhadap kemoterapi

“Meskipun kemajuan akbar telah dibuat dalam beberapa tahun terakhir dalam kemoterapi kanker, hasil asal kemoterapi ini masih jauh asal memuaskan. mayoritas tumor awalnya merespon dengan baik terhadap pengobatan kemoterapi yang kita miliki saat ini, tetapi sesudah periode pengobatan tumor menyebarkan resistensi terhadap obat yang dipergunakan ”, tambah Díaz.

Tumor dapat berbagi resistensi terhadap pengobatan baik melalui penggunaan jalur seluler cara lain yg diblokir oleh obat yang dipergunakan, baik melalui penggunaan protein detoksifikasi, atau melalui modifikasi target obat yang bersangkutan diarahkan.

“salah satu sasaran yg paling poly dipergunakan dalam kemoterapi kanker ialah tubulin. ada sejumlah agen antitumor klinis yang ditujukan terhadap sasaran ini, yg bagaimanapun mempunyai toksisitas sistemik yang tinggi dan kesulitan administrasi. untuk alasan ini, penemuan agen baru yg diarahkan di sasaran yang tak mempunyai problem ini sangat penting ”, tambah peneliti.

asal 3 kompleks antitumor yg dipelajari dalam penelitian ini, senyawa PM060184 sudah terbukti efektif dalam garis tumor yang resisten terhadap kemoterapi serta ketika ini dalam fase uji klinis.

Kaitan UMA

KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 8226331
[email protected]

Lokasi Program Studi Biologi

© 2026 Universitas Medan Area | Fakultas Sains dan Teknologi

This will close in 0 seconds