Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
twitter
youtube
instagram
Universitas Medan Area
Call Support 061-7360168
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No.1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI
  • Beranda
  • Profil
    • Akreditasi
    • Fungsionaris
    • Struktur
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Dosen Pembimbing Akademik
    • Informasi Akademik
      • Akademik Online
      • SI-LIMA
      • Elearning
      • Jurnal
      • Lapor AOC
    • Jadwal Akademik
      • Jadwal Pengisian KRS
      • Jadwal Kuliah
      • Jadwal Praktikum
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • Jadwal Wisuda
      • SEMESTER ANTARA
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
      • Semester I
      • Semester II
      • Semester III
      • Semester IV
      • Semester V
      • Semester VI
      • Semester VII
      • Semester VIII
  • Aktivitas Prodi
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • Mahasiswa
    • Beasiswa
      • Syarat dan Ketentuan Penerima KIP Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/i Bersaudara Kandung
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/I Yang Berprestasi di Sekolah (Ranking I, II dan III)
      • Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik
    • Sistem Informasi
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • SI-LIMA
      • AOC
      • Elearning
      • Apik
      • Opac
    • Prestasi Mahasiswa
  • Dosen
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • SI-LIMA
    • Elearning
    • Opac
  • Arsip
    • Dokumen Prodi
  • Alumni
    • Tracer Study
    • DATA ALUMNI
    • Aktivitas Alumni
    • Layanan Alumni
  • Laboratorium
    • Informasi Laboratorium
    • Aplikasi Laboratorium
  • Hubungi Kami

Analisis dan pemantauan cyanotoxin

Home > blog > Analisis dan pemantauan cyanotoxin

Analisis dan pemantauan cyanotoxin

Posted on 20 November 2021 by admin
0

Setiap musim panas lebih awam buat mengamati keluarnya ganggang beracun pada sungai dan danau air tawar pada seluruh global. berita ini disebabkan sang peningkatan suhu yang ditimbulkan oleh perubahan iklim, serta eutrofikasi perairan – peningkatan nutrisi mirip nitrat, fosfat, serta sulfat – karena kegiatan pertanian. syarat ini dari kelebihan gizi bisa membantu proliferasi pertumbuhan cyanobacterial spesies seperti sebagai Microcystis aeruginosa atau Planktothrix , yg bisa menghasilkan berbagai keluarga cyanotoxin , seperti microscystins atau anatoxins.

Racun ini memiliki dampak yang sangat beracun pada kesehatan orang yg terpapar, dan banyak spesies binatang lainnya. Microcystins juga bisa terakumulasi dalam ikan, sebagai akibatnya membangun problem keamanan pangan tambahan.

d5802fc83178aeffd28601e47ccd1f2a eksistensi cyanotoxins dalam air sudah dianggap menjadi dilema kesehatan. saat ini, itu disebut menjadi salah satu risiko kesehatan terbesar yang dari berasal konsumsi air. buat alasan ini, negara-negara seperti AS dan Kanada menerbitkan undang-undang yang semakin ketat tentang konsentrasi maksimumnya pada air minum. mengenai undang-undang Eropa, masih sangat jauh dari standar ini.

dalam perkara Spanyol, ini merupakan salah satu asal sedikit negara Eropa yg memiliki undang-undang khusus untuk keberadaan cyanothixins dalam air minum dan memutuskan batas RD140/ 2003 untuk total microcystins pada outlet stasiun pengolahan air minum. tetapi, itu tidak memutuskan jenis microcystins yg akan dikontrol atau diukur, jua tak merekomendasikan metodologi analisis spesifik apa pun .

Profesor Dr. Xavier Ortiz Almirall, seorang peneliti di Laboratorium Lingkungan IQS, memiliki pengalaman lebih asal enam tahun pada analisis senyawa berbahaya ini. Secara khusus, Dr. Ortiz bertanggung jawab atas pengembangan metode pemantauan dan analisis cyanotoxin di Kementerian Lingkungan hidup Ontario di Toronto, Kanada.

Bagaimana menganalisis dan mengkarakterisasi cyanotoxins

sebab kompleksitas analisis senyawa ini (beberapa famili racun bisa memiliki ratusan varietas yang tidak selaras), analisisnya harus dilakukan dengan memakai teknik Kromatografi dan Spektrometri Massa yg paling canggih. Itulah sebabnya, bekerja sama menggunakan Lab Demo SCIEX-IQS, para ahli IQS mulai bekerja buat memantau lokasi yang tidak sama serta menyempurnakan metode analisis buat pengendalian kontaminan ini – dan buat mendeskripsikan jenis baru – menggunakan HPLC- yg sophisticated. peralatan MS ( QTOF X500B, QTRAP® 7500 ) tersedia pada unit ini.

Kaitan UMA

KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 8226331
[email protected]

Lokasi Program Studi Biologi

© 2026 Universitas Medan Area | Fakultas Sains dan Teknologi

This will close in 0 seconds