Mahasiswa Universitas Medan Area (UMA) kembali meraih prestasi di bidang pengabdian masyarakat. Prestasi kali ini ditunjukkan oleh tim mahasiswa Biologi UMA terdiri dari Saipul Sihotang, Rabiah, Vikra Amanda dan Poppy Rizky AL.
“Alhamdulillah UMA menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) di Sumatera Utara yang berhasil meraih dana hibah Bina Desa Simolap Kabupaten Karo dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) tahun 2015,” ujar Tim Peneliti Saipul Sihotang kepada wartawan, Selasa (23/6) di kampus I UMA Jalan Kolam Medan Estate.
Didampingi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Abdul Karim SSi MSi dan Kabag Humas UMA Ir Asmah Indrawati MP, Saipul mengungkapkan raihan prestasi itu, setelah proposal mereka berjudul “Peningkatan Pendapatan Penduduk Desa Simolap Kabupaten Karo Melalui Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung sebagai Biobriket Arang” terpilih dari 1,281 proposal se Indonesia sebagai peraih dana hibah bina desa.
“Untuk seluruh Indonesia ada 92 proposal yang didanai oleh Dikti. Namun hanya tiga proposal dipilih Dikti untuk Sumatera Utara yakni dua dari Unimed dan satu dari UMA,” jelas Saipul seraya menyebutkan presentasi proposal dilakukan, Minggu (14/6) di Hotel Madani.
Limbah tongkol jagung, Saipul menjelaskan, pihaknya mengambil lokasi di Desa Simolap Kabupaten Karo. Hal itu setelah dilakukan survey melihat banyaknya limbah tongkol jagung yang tidak dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM). Setelah berkonsultasi dengan dosen pembimbing, Dr Suswati, kemudian bersama rekan satu timnya memotivasi masyarakat kelompok tani Simolap untuk mengubah limbah tongkol jagung menjadi briket arang sebagai bahan bakar alternatif atau biobriket arang.
Pembuatannya, dijelaskan Saipul, dengan menggunakan alat mesin cetak briket otomatis yang dirakit mahasiswa Fakultas Teknik (FT)dan Biologi UMA. Proses pembuatannya tidak terlalu rumit, hanya membutuhkan tong atau drum, mesin penepung dan mesin pencetak otomatis dan ember. Setelah dicetak kemudian dijemur selama 12 jam. Briket arang itu menghasilkan panas antara 2000 hingga 6000 kalori dan hanya mengeluarkan asap sedikit. Briket panjangnya 10 cm dan diameter 5 cm.
“Untuk membuat briket tersebut kami membentuk kelompok tani berjumlah 10 hingga 15 orang untuk dilatih agar bisa membuat briket arang dan dipasarkan. Hal ini untuk meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat yang pengangguran sebesar 2,08 % dengan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 4,71 % dan jumlah rumah tangga usaha pertanian sebesar 69,51 % (angka tahun 2013).
Mereka kami bina hingga mahir agar bisa membuat sendiri,” ujar Saipul yang menyebutkan dana hibah yang mereka peroleh sebesar Rp 45 juta.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Abdul Karim mengapresiasi kreatif mahasiswanya karena mampu berkarya memotivasi dan membina masyarakat khususnya di Desa Simolap Kabupaten Karo untuk meningkatkan perekonomian. Karena, briket yang dihasilkan selain bisa dipergunakan untuk memasak juga bisa dijual per kilo harganya Rp 3.000 hingga Rp 5.000.
“Raihan dana hibah bina desa ini adalah karya dan prestasi yang membanggakan. Apalagi proposal penelitian mereka terpilh menjadi satu-satunya perwakilan PTS di Sumut. Karya mahasiswa Biologi UMA Ini juga sesuai dengan visi dan misi UMA yang selaluh berkarya, berinovatif dan mandiri,” jelas Abdul Karim

