Jagung (Zea mays) bereproduksi secara seksual. Reproduksi seksual pada jagung melibatkan bunga jantan dan bunga betina yang terpisah namun berada pada tanaman yang sama. Berikut adalah penjelasan mengenai proses reproduksi seksual pada jagung:
- Bunga Jantan (Tassel): Bunga jantan berada di bagian atas tanaman jagung dan menghasilkan serbuk sari (pollen).
- Bunga Betina (Ear): Bunga betina berada di bagian tengah tanaman dan terdiri dari banyak putik yang dikenal sebagai “rambut jagung” (silks). Setiap rambut terhubung ke satu bakal biji (ovule).
- Penyerbukan (Pollination): Penyerbukan terjadi ketika serbuk sari dari bunga jantan jatuh ke rambut jagung dari bunga betina. Ini biasanya terjadi dengan bantuan angin yang membawa serbuk sari dari tassel ke rambut jagung.
- Pembuahan (Fertilization): Setelah serbuk sari mencapai rambut jagung, serbuk sari tersebut akan tumbuh menjadi tabung serbuk sari yang menuju ke bakal biji dan membuahi ovule, menghasilkan biji jagung.
Proses ini melibatkan dua gamet (sel kelamin), yaitu sel kelamin jantan (dari serbuk sari) dan sel kelamin betina (dari ovule), yang bergabung untuk membentuk embrio baru di dalam biji jagung.
Jadi, jagung bereproduksi secara seksual melalui proses penyerbukan dan pembuahan, bukan secara aseksual.


