Proyek penelitian AWARE bertujuan untuk membentuk sistem produksi ikan serta sayuran pertama pada Eropa menggunakan reclaimed water melalui metode aquaponics, yaitu teknik yang menggabungkan budidaya binatang air (aquaculture) dengan budidaya tumbuhan pada air reklamasi tanpa membutuhkan tanah.( hidroponik).
ketika ini, air limbah pada Eropa mengalami pengolahan yang ketat buat menjadi air reklamasi serta secara sah dibuang ke akuifer atau dipergunakan menjadi air irigasi buat tumbuhan. Selain itu, Bila unit pengolahan tersier tambahan diterapkan, seperti Proses Oksidasi Lanjutan (PAO), air reklamasi yang diperoleh bisa mencapai taraf kualitas air minum. “ada kekosongan hukum di Eropa ketika ini, sebab kami dapat menggunakan air reklamasi dalam pertanian, tetapi tak dalam akuakultur”, komentar Dr. Fabio Ugolini, koordinator AWARE. “Kami ingin meletakkan dasar buat kerangka kerja politik baru yang mendukung akuakultur Eropa dan membagikan bahwa pengembangan rantai nilai kuliner baru dapat dilakukan,” tambahnya.
pada kerangka kerja AWARE, tim yang dipimpin oleh Profesor Cristina Pablos, seseorang peneliti di gerombolan Teknik Kimia dan Lingkungan URJC, akan bertanggung jawab mengembangkan teknologi pengolahan air yang menggabungkan aneka macam PAO, seperti elektronik-oksidasi anodik. , UVC-LED/ Klorin serta UVC-LED/Persulfat, tidak hanya dimaksudkan buat mengubah air limbah olahan menjadi air reklamasi yg cocok buat digunakan dalam aquaponik, tetapi jua pada sistem aquaponik. “menggunakan ini, tujuannya merupakan buat mengurangi akumulasi patogen serta segala jenis kontaminan yang berpotensi berbahaya yg mungkin didapatkan pada pada air, sehingga menaikkan keamanan serta kualitas kuliner yg didapatkan,” kentara peneliti URJC tadi.
Proyek ini baru saja memulai perjalanannya serta tim peneliti memberikan bahwa hasilnya akan terwujud menggunakan pemasangan pabrik aquaponik pertama di kota Castellana Grotte (Puglia, Italia), yg diharapkan dapat dibuka buat umum pada tahun 2026. Konsorsium AWARE ialah hasil upaya internasional dari 2 puluh organisasi, termasuk universitas, sentra penelitian, perusahaan, forum pemerintah, serta organisasi nirlaba dari delapan negara (Italia, Spanyol, Portugal, Jerman, Inggris, Belgia, Yunani, serta Cile ). Proyek ini didanai sang program Uni Eropa Horizon Europe Research and Innovation Actions ( Perjanjian Hibahn° 101084245), menggunakan aturan 5,1 juta euro, termasuk pembiayaan beserta dari Riset serta inovasi Inggris (UKRI).
taktik Farm to Table
Uni Eropa menyadari perlunya memperkuat sistem produksi pangan dengan taktik seperti From Farm to Fork , galat satu inisiatif kunci berasal Pakta Hijau Eropa yang bertujuan buat membuatkan sistem pangan yg berkelanjutan dan efisien. dalam hal ini, proyek AWARE telah bergabung pada tantangan ini. “Bayangkan pabrik limbah berubah sebagai pertanian aquaponik,” istilah Dr. Fabio Ugolini. “dengan teknologi pengolahan air yang sempurna, ikan dan sayuran dapat diproduksi dengan cara perkotaan, kilometer 0, tanpa membutuhkan tanah atau air alami dan mengurangi emisi gas tempat tinggal kaca,” tutup peneliti.


