Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
twitter
youtube
instagram
Universitas Medan Area
Call Support 061-7360168
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No.1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI
  • Beranda
  • Profil
    • Akreditasi
    • Fungsionaris
    • Struktur
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Dosen Pembimbing Akademik
    • Informasi Akademik
      • Akademik Online
      • SI-LIMA
      • Elearning
      • Jurnal
      • Lapor AOC
    • Jadwal Akademik
      • Jadwal Pengisian KRS
      • Jadwal Kuliah
      • Jadwal Praktikum
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • Jadwal Wisuda
      • SEMESTER ANTARA
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
      • Semester I
      • Semester II
      • Semester III
      • Semester IV
      • Semester V
      • Semester VI
      • Semester VII
      • Semester VIII
  • Aktivitas Prodi
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • Mahasiswa
    • Beasiswa
      • Syarat dan Ketentuan Penerima KIP Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/i Bersaudara Kandung
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/I Yang Berprestasi di Sekolah (Ranking I, II dan III)
      • Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik
    • Sistem Informasi
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • SI-LIMA
      • AOC
      • Elearning
      • Apik
      • Opac
    • Prestasi Mahasiswa
  • Dosen
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • SI-LIMA
    • Elearning
    • Opac
  • Arsip
    • Dokumen Prodi
  • Alumni
    • Tracer Study
    • DATA ALUMNI
    • Aktivitas Alumni
    • Layanan Alumni
  • Laboratorium
    • Informasi Laboratorium
    • Aplikasi Laboratorium
  • Hubungi Kami

Membuka kedok mekanisme resistensi terhadap imunoterapi

Home > blog > Membuka kedok mekanisme resistensi terhadap imunoterapi

Membuka kedok mekanisme resistensi terhadap imunoterapi

Posted on 17 February 2023 by admin
0

Imunoterapi telah sebagai cara lain yg sangat efektif di berbagai jenis kanker. tetapi, persentase pasien yg mendapat manfaat dari perawatan ini masih terbatas sebab banyak faktor yang membatasi respons antitumor.

Peneliti Cima, terintegrasi ke pada Cancer Center Clínica Universidad de Navarra , sudah menemukan prosedur resistensi terhadap imunoterapi. Blokadenya tersaji sebagai target buat pengembangan obat baru melawan kanker.

“Antigen tumor ialah molekul penting bagi sistem kekebalan untuk mengenali tumor dan menghancurkannya. namun, seringkali, tumor itu sendiri membungkam beberapa antigen berkualitas tinggi sebagai akibatnya tidak diketahui sang sistem kekebalan tubuh dan dapat lolos berasal dampak imunoterapi”, jelas Dr. Fernando Pastor, peneliti di program Terapi Molekuler Cima serta direktur berasal kantor.

pada studi sebelumnya, Dr. Pastor mengidentifikasi bahwa “Nonsense-Mediated mRNA Decay” (NMD) memainkan kiprah yg sangat krusial pada membungkam beberapa antigen ini. sekarang, tim Cima melangkah lebih jauh: “dalam pekerjaan ini kami telah membuka kedoknya melalui frekuwensi yang bekerja di lingkungan mikro tumor serta yang diaktifkan menjadi respons terhadap dampak imunoterapi . Secara spesifik, kami mengamati bahwa aktivitas NMD bergantung di gen SMG1, yang diaktifkan sang frekuwensi inflamasi serta membatasi kemanjuran respon imun antitumor. Selain itu, kami memberikan bahwa memblokir frekuwensi-frekuwensi ini menaikkan kualitas antigen tumor serta dengan itu respon terhadap imunoterapi.” hasil studi teranyar ini telah dipublikasikan pada jurnal ilmiah tersebutKanker Molekuler .

Prognosis kanker paru-paru, pankreas serta payudara

Pekerjaan, yg dilakukan pada model binatang dan pada pasien, menegaskan bahwa eksistensi gen SMG1 taraf rendah dikaitkan dengan prognosis yg lebih baik pada kanker pankreas, paru-paru serta payudara. Demikian jua, disarankan agar pasien ini bisa merespons imunoterapi menggunakan lebih baik.

di sisi lain, salah satu kekhasan mekanisme resistensi yang dijelaskan sang kelompok Universitas Cima Navarra ini ialah dapat dimodulasi serta bersifat sementara. “Secara khusus, kami sudah memverifikasi bahwa itu diaktifkan terutama selama respons imun yg diinduksi oleh perawatan imunoterapi,” kata Dr. Pastor.

Pekerjaan yg dilakukan pada kerangka Health Research Institute of Navarra (IdiSNA) dan CIBER for Cancer (CIBERONC), telah mendapatkan dana berasal lembaga publik serta swasta, mirip Ramón Areces Foundation.

Kaitan UMA

KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 8226331
[email protected]

Lokasi Program Studi Biologi

© 2026 Universitas Medan Area | Fakultas Sains dan Teknologi

This will close in 0 seconds