Teknologi baru yang dipatenkan dengan nanopartikel lipid dapat mengatasi pengobatan patologi otak yang terkait dengan proses inflamasi atau neurodegeneratif, sebagaimana dinyatakan dalam kerja kolaboratif grup CIBER Mental Health (CIBERSAM) pada Complutense University of Madrid, tempat tinggal Sakit 12 de Octubre, CSIC serta IDIBAPS; yang telah dipublikasikan pada Frontiers in Molecular Biosciences.
Antisense oligonucleotides (ASOs) ialah alat terapi gen yang kuat yang sedang dikembangkan buat mengatasi patologi ini, namun penggunaannya terbatas. Tantangan utamanya adalah menghindari degradasinya pada jaringan perifer, seperti darah, serta memfasilitasi akses ke otak pada jumlah yg sempurna buat mengontrol ekspresi gen dalam sel sasaran.
buat tujuan ini, tim peneliti telah merancang nanopartikel lipid yg sangat padat yang berfungsi menjadi kendaraan buat hadiah oligonukleotida DNA antisense; platform nanofarmakologi baru telah divalidasi di hewan pengerat.
mirip yang dijelaskan oleh Borja García-Bueno , seseorang peneliti pada CIBERSAM dan Fakultas Kedokteran UCM serta co-direktur penelitian ini, “nanoformulasi ini (ASO@LNP) bisa merusak ekspresi konstitutif gen yg terkait dengan respon inflamasi khususnya pada berkurangnya populasi makrofag residen pada sawar otak, khususnya pada ruang perivaskular serta meningeal, yg dikenal sebagai makrofag terkait perbatasan atau BAM” .
karena lokasinya yg strategis, BAM ialah pengatur fungsi serta struktur penghalang darah-otak pada kondisi patofisiologis yg berkaitan dengan peradangan saraf, mengenali molekul yg akan difagositosis melalui reseptor manosa. oleh sebab itu, buat memfasilitasi fagositosis selektif dari liposom ini oleh sel pengatur ini di area di mana peradangan saraf terjadi, para peneliti telah memasukkan turunan berasal monosakarida mannosa ke pada struktur lipid dari ASO@LNPs.
Komponen fungsional ini terletak pada mahkota liposomal, mendukung hubungan dengan reseptor manosa yang disajikan dalam membran plasma makrofag. Demikian jua, struktur optimal berasal liposom yg diperoleh menggunakan prosedur ini memberi mereka karakteristik fisikokimia yg menguntungkan untuk penyimpanan terlindung serta pelepasan terprogram dari ASO yang dipadatkan pada dalamnya.
ad interim itu, Francisco Monroy, seseorang peneliti pada Fakultas Kimia UCM dan direktur Unit Biofisika Terjemahan di tempat tinggal Sakit 12 de Octubre, serta juga salah satu direktur penelitian, percaya bahwa “yang akan terjadi yg dikumpulkan pada kerja sama multisenter ini membuka baru menuju platform terapi gen baru buat pengobatan lanjutan patologi neurodegeneratif dan neuropsikiatri di mana peradangan saraf mempunyai peran patofisiologis yg penting, menggunakan nanovektor terapi gen mirip yang telah kami rancang”.


