Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
twitter
youtube
instagram
Universitas Medan Area
Call Support 061-7360168
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No.1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI
  • Beranda
  • Profil
    • Akreditasi
    • Fungsionaris
    • Struktur
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Dosen Pembimbing Akademik
    • Informasi Akademik
      • Akademik Online
      • SI-LIMA
      • Elearning
      • Jurnal
      • Lapor AOC
    • Jadwal Akademik
      • Jadwal Pengisian KRS
      • Jadwal Kuliah
      • Jadwal Praktikum
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • Jadwal Wisuda
      • SEMESTER ANTARA
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
      • Semester I
      • Semester II
      • Semester III
      • Semester IV
      • Semester V
      • Semester VI
      • Semester VII
      • Semester VIII
  • Aktivitas Prodi
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • Mahasiswa
    • Beasiswa
      • Syarat dan Ketentuan Penerima KIP Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/i Bersaudara Kandung
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/I Yang Berprestasi di Sekolah (Ranking I, II dan III)
      • Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik
    • Sistem Informasi
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • SI-LIMA
      • AOC
      • Elearning
      • Apik
      • Opac
    • Prestasi Mahasiswa
  • Dosen
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • SI-LIMA
    • Elearning
    • Opac
  • Arsip
    • Dokumen Prodi
  • Alumni
    • Tracer Study
    • DATA ALUMNI
    • Aktivitas Alumni
    • Layanan Alumni
  • Laboratorium
    • Informasi Laboratorium
    • Aplikasi Laboratorium
  • Hubungi Kami

Pohon super melawan perubahan iklim

Home > blog > Pohon super melawan perubahan iklim

Pohon super melawan perubahan iklim

Posted on 20 October 2022 by admin
0

Salah satu cara paling efektif serta alami buat melawan perubahan iklim artinya dengan menanam pohon, sebab selain membuat oksigen, pula bisa menyerap CO2. buat alasan ini, poly organisasi menetapkan buat menghutankan kembali hutan menjadi bagian asal komitmen mereka terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) serta buat mengimbangi jejak karbon mereka.
Meskipun penyerapan karbon bervariasi tergantung pada spesies yang ditanam, penelitian yang tidak selaras memberikan bahwa sebuah pohon menyimpan sekitar 165 kilogram CO2 per tahun, yang berarti bahwa perlu menanam lebih dari 67 pohon per tahun untuk dapat mengimbangi emisi CO2 dari satu pohon. rakyat negara Spanyol.
tetapi, berkat ilmu pengetahuan serta bioteknologi, sekelompok peneliti berasal pusat teknologi NEIKER, anggota Basque Research and Technology Alliance (BRTA), yg dipimpin oleh peneliti dari Departemen Ilmu Kehutanan pusat, Paloma Moncaleán, sudah bisa buat pohon ‘super’ dengan memilih pinus berproduksi tinggi dan menerapkan teknik embriogenesis somatik.
Teknik in vitro ini memungkinkan peningkatan kualitas dan kuantitas beberapa spesies hutan, dan mengevaluasi toleransi mereka terhadap syarat baru yang disebabkan sang pemanasan dunia. Bahkan, dibandingkan menggunakan perkebunan konvensional, “teknik ini memungkinkan buat memperoleh ratusan pohon berasal satu benih yang belum membuat,” kentara Moncaleán. Teknik ini jua, selain itu, membekukan jaringan tumbuhan yang diperoleh di laboratorium buat membentuk lebih poly salinan di masa depan.
Sejauh ini, ada 800 tumbuhan yang ‘keluar’ berasal laboratorium NEIKER dan telah ditanam pada lebih kurang Llodio (Álava, Spanyol) buat tumbuh di lahan tadi. Ini merupakan perkebunan Pinus radiata pertama yg ditanam di laboratorium , spesies paling awam pada pegunungan Euskadi.
poly manfaat
Penanaman pohon menggunakan ciri elit ini menaikkan manfaat sosial pemilik serta struktur industri mereka, selain membentuk manfaat lingkungan dan sosial menggunakan membangun ruang alami buat peningkatan kesehatan insan serta lingkungan. pada hal ini, perkebunan pinus ditujukan buat produksi kayu.
Manfaat lain berasal penerapan teknik bioteknologi ini merupakan siklus pertumbuhan pohon menjadi lebih pendek. “ad interim menggunakan program pemugaran genetik konvensional, pohon dapat diluncurkan ke pasar dalam 18-20 tahun, berkat teknik in vitro ini , istilahnya bisa dipersingkat menjadi 7-8 tahun,” kata Moncaleán.
Teknik embriogenesis somatik sedang digunakan pada poly negara maju di sektor kehutanan. Padahal, jenis pohon lain bisa menerima manfaat dari bioteknologi ini. misalnya, pada Spanyol, tumbuhan ek yang toleran terhadap Phytophthora, patogen yang menyebabkan kerusakan parah, telah didapatkan. sang karena itu, peneliti menyimpulkan, “kami yakin bahwa teknik bioteknologi ini ialah dan akan terus sebagai sekutu hebat melawan pengaruh perubahan iklim.”
Inisiatif ini, dibingkai dalam proyek Eropa Multiforever serta didukung sang otoritas Spanyol, berupaya membuatkan taktik berdasarkan bioteknologi yang memungkinkan sumber daya genetik berasal aneka macam varietas tumbuhan runjung seperti pinus dilestarikan pada menghadapi perubahan iklim.

Kaitan UMA

KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 8226331
[email protected]

Lokasi Program Studi Biologi

© 2026 Universitas Medan Area | Fakultas Sains dan Teknologi

This will close in 0 seconds