Skip to content
Inovatif, Profesional dan Berkepribadian
facebook
twitter
youtube
instagram
Universitas Medan Area
Call Support 061-7360168
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No.1 Medan Estate
Jl. Gedung PBSI
  • Beranda
  • Profil
    • Akreditasi
    • Fungsionaris
    • Struktur
    • Visi dan Misi
  • Akademik
    • Dosen Pembimbing Akademik
    • Informasi Akademik
      • Akademik Online
      • SI-LIMA
      • Elearning
      • Jurnal
      • Lapor AOC
    • Jadwal Akademik
      • Jadwal Pengisian KRS
      • Jadwal Kuliah
      • Jadwal Praktikum
      • JADWAL UJIAN
        • UTS
        • UAS
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • Jadwal Wisuda
      • SEMESTER ANTARA
    • Kalender Akademik
    • Kurikulum
      • Semester I
      • Semester II
      • Semester III
      • Semester IV
      • Semester V
      • Semester VI
      • Semester VII
      • Semester VIII
  • Aktivitas Prodi
    • Kegiatan Prodi
    • Prestasi Prodi
  • Mahasiswa
    • Beasiswa
      • Syarat dan Ketentuan Penerima KIP Kuliah
      • Beasiswa Bank Indonesia (BI)
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/i Bersaudara Kandung
      • Beasiswa YPHAS Bagi Siswa/I Yang Berprestasi di Sekolah (Ranking I, II dan III)
      • Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik
    • Sistem Informasi
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Jurnal Mahasiswa
      • SI-LIMA
      • AOC
      • Elearning
      • Apik
      • Opac
    • Prestasi Mahasiswa
  • Dosen
    • Dosen Prodi
    • Blog Dosen
    • Aktivitas Dosen
    • Prestasi Dosen
    • Jurnal Dosen
    • AOC
    • TKTD
    • SI-LIMA
    • Elearning
    • Opac
  • Arsip
    • Dokumen Prodi
  • Alumni
    • Tracer Study
    • DATA ALUMNI
    • Aktivitas Alumni
    • Layanan Alumni
  • Laboratorium
    • Informasi Laboratorium
    • Aplikasi Laboratorium
  • Hubungi Kami

Keanekaragaman ternak yang lebih besar berkontribusi pada fungsi ekosistem

Home > blog > Keanekaragaman ternak yang lebih besar berkontribusi pada fungsi ekosistem

Keanekaragaman ternak yang lebih besar berkontribusi pada fungsi ekosistem

Posted on 21 June 2022 by admin
0

Populasi dunia akan melebihi 11.000 juta penduduk di tahun 2100. Peningkatan populasi ini akan dikaitkan dengan peningkatan permintaan daging dan produk susu per kapita, serta akan mengarah pada peningkatan jumlah ternak yg menggembalakan ekosistem kita. Penggembalaan merupakan keliru satu metode produksi ternak yang paling luas, menghipnotis lebih berasal 25% berasal semua lahan yang timbul, serta memainkan peran fundamental pada produksi pangan, dengan kepentingan khusus pada negara berkembang.

namun, penggembalaan berlebihan juga bisa mempunyai konsekuensi negatif di ekosistem darat, mengurangi keanekaragaman hayati dan fungsi ekosistemnya, dan mendorong penggurunan ekosistem kita. dalam pengertian ini, “salah satu tantangan terbesar umat manusia artinya mempertahankan produksi pangan berkelanjutan di taraf global, yg memungkinkan kita memberi makan jutaan penduduk baru bumi, sambil mempromosikan kesehatan ekosistem kita,” kata dokter dari Universitas Rey Juan Carlos (URJC) Manuel Delgado Baquerizo, rekan penulis karya ini.

Studi, yg telah diterbitkan hari ini pada jurnal bergengsi PNAS , membagikan bahwa dengan menaikkan keragaman herbivora pada lapangan – sembari mempertahankan tingkat stok yg sama – kita bisa mempromosikan keanekaragaman biologi serta fungsi ekosistem penggembalaan. Secara spesifik, studi ini membagikan bahwa dengan mempertinggi keragaman jenis ternak (contohnya, sapi dan domba) kita bisa mempromosikan keanekaragaman hayati tumbuhan serta serangga, di bawah syarat penggembalaan, serta menggunakan demikian secara tidak pribadi mempromosikan berbagai jasa ekosistem, yang diatur buat keanekaragaman hayati ini. , serta itu termasuk produktivitas tumbuhan yg lebih besar , daur hara, serta penyimpanan karbon di tanah kita, yg seharusnya ada pada atmosfer, pada antara layanan lainnya.

korelasi positif antara keanekaragaman biologi herbivora dan keanekaragaman hayati tumbuhan dan serangga juga secara tidak langsung mendukung hubungan antara keanekaragaman biologi organisme tanah dan fungsi ekosistemnya. “Belajar mengelola sumber daya kita pada lapangan sangat krusial buat memaksimalkan produksi pangan, sekaligus melindungi ekosistem kita,” kata Dr. Ling Wang asal Northeast China University.

buat melakukan penelitian ini, para peneliti melakukan percobaan lapangan selama 5 tahun di salah satu padang rumput terbesar serta paling banyak digembalakan di bumi, di timur laut China. pada percobaan ini, penulis artikel menggunakan teknik pengurutan DNA serta mengevaluasi pengaruh penggembalaan oleh spesies ternak tunggal (sapi atau domba) dan adonan (sapi serta domba) terhadap keanekaragaman hayati tumbuhan, serangga, mikroba tanah, dan banyak sekali fungsi ekosistem. . “akibat kami sangat penting buat mempertinggi pengelolaan area penggembalaan di global yang penuh sesak” saran Dr. Delgado Baquerizo.

Kaitan UMA

KAMPUS 1
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168
[email protected]
KAMPUS 2
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
(061) 8226331
[email protected]

Lokasi Program Studi Biologi

© 2026 Universitas Medan Area | Fakultas Sains dan Teknologi

This will close in 0 seconds