Para peneliti di University of Pennsylvania telah membentuk atlas menggunakan isu genetik dan molekuler pada protein bagian atas sel tumor.
mirip yang sudah dikonfirmasi sang pandemi COVID-19, bagian atas sel insan memainkan peran yg sangat penting pada kesehatan organisme. Terkadang, mirip halnya virus corona, permukaan sel eksklusif mengandung pintu gerbang patogen. pada lain, seperti yg diamati pada kanker, protein membran dapat mengidentifikasi sel tumor mirip itu serta mendukung pengembangan terapi spesifik diarahkan pada mereka.
waktu ini telah ada taktik terapeutik buat menangani kanker sesuai adanya protein tertentu di permukaannya, seperti antibodi yang diarahkan buat mengenali protein yg diekspresikan pada jumlah besar pada membran sel tumor atau limfosit yg dimodifikasi dengan tujuan yang sama.
Diperkirakan lebih kurang 65% obat terapi kanker imunologi atau sasaran menargetkan gen yang mengkode protein di bagian atas sel tumor. namun, gen-gen ini mewakili proporsi yang sangat mungil asal seluruh gen yang bertanggung jawab untuk memproduksi banyak sekali macam protein di luar sel.
Mengingat potensi mengetahui secara rinci protein mana yang umumnya ditemukan pada bagian atas sel tumor, tim peneliti asal University of Pennsylvania telah menangani tugas kompleks buat mengidentifikasi serta mengkatalogkannya. buat melakukan ini, dia telah menganalisis lebih dari 11.000 sampel tumor dari 33 jenis kanker yang tidak sinkron.
Para peneliti telah menggabungkan enam pendekatan genomik dan molekuler yg tidak selaras buat mengkarakterisasi gen yang mengkode protein yg terletak di permukaan sel tumor dan menjawab banyak pertanyaan, seperti apa pola ekspresi gen ini di jaringan sehat dan kanker, apa perubahannya. lebih seringkali, mana dari gen-gen ini yang krusial buat pertumbuhan tumor serta menggunakan molekul lain protein mana yg mereka kodekan berinteraksi?
Atlas buat pengembangan perawatan di masa depan
Daftar gen yg mengkode protein bagian atas yang diperoleh tim meliputi lebih asal 3.500 elemen, setengahnya milik keluarga gen yg berpotensi menjadi sasaran molekul kecil. pada deretan data ini, para peneliti menyoroti bahwa 17,21% dari kode gen buat molekul yg memodulasi respon imun.
Para peneliti juga menyoroti warta bahwa 409 gen yg mengkode protein permukaan secara spesifik diekspresikan pada setidaknya satu kanker, menjadikannya kandidat buat pengembangan perawatan imunoterapi. Perawatan ini ditujukan buat secara spesifik meningkatkan aksi sistem kekebalan pasien terhadap sel tumor. Beberapa dari gen yang diidentifikasi ini sudah dipelajari dalam pengembangan klinis limfosit yg dimodifikasi atau perawatan berbasis antibodi. Lainnya mewakili peluang baru.
dalam kemungkinan terapeutik yg diusulkan buat gen yang diidentifikasi, tim peneliti memberikan bahwa yg ideal artinya dapat mengembangkan terapi yang ditujukan untuk beberapa sasaran secara bersamaan. strategi ini akan memungkinkan buat lebih menentukan sel-sel yang ditargetkan sang pengobatan, menghindari kemungkinan dampak samping di sel-sel sehat. pada baris ini, tim telah mengidentifikasi pasangan protein permukaan yang bisa digunakan dalam desain limfosit T buat kanker.
pada sisi lain, para peneliti jua menganalisis, di 33 jenis kanker, perubahan mana yang terjadi secara berulang pada gen yang mengkode protein permukaan dan sudah mengidentifikasi 1.433 target potensial yang menunjukkan perubahan berulang pada setidaknya satu jenis kanker. Studi pada masa depan harus menganalisis secara rinci mana pada antara mereka yang bisa mengakibatkan obat, mirip yang terjadi dengan mutasi yang diketahui pada EGFR atau amplifikasi Her2 di kanker payudara.


