Sebuah studi baru yg diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) memberikan gosip wacana evolusi serta hayati molekuler Rhodnius prolixus, serangga triatomine (sejenis kutu busuk) yang ialah vektor terpenting ke 2 pada transmisi Chagas. penyakit. Penyakit ini menyerang kurang lebih 7 juta orang di semua dunia serta ialah keliru satu penyebab utama kesakitan serta kematian pada benua Amerika.
R.prolixus ialah homogen serangga penghisap darah yg biasa disebut chipo atau siulan dari keluarga triatomine yg di malam hari memakan darah manusia serta binatang lainnya. akibat artikel memperluas pengetahuan kita perihal penularan parasit yang merupakan ancaman bagi kesehatan serta bisa mengarah pada pengembangan metode inovatif buat pengendalian serangga ini.
Para peneliti dari Center for Genomic Regulation CRG, Barcelona), the McDonnell Genome Institute at the University of Washington (MGI), the Centers for Disease Control and Prevention, the Federal University of Rio de Janeiro (UFRJ, Brazil), the Fundação Oswaldo Cruz (FIOCRUZ, Brasil), dan institusi lain sudah mengurutkan genom R. prolixus, menyelaraskan dan menggabungkan urutan 95% genom, dan melakukan analisis genom yg lengkap. Para penulis menyajikan ekspansi keluarga gen baru yg terkait dengan kemoresepsi, makan, dan pencernaan. Masing-masing ekspansi ini akan memfasilitasi adaptasi serangga buat hematofag.
Penulis juga mengungkapkan aspek unik lainnya berasal R. prolixus mirip jaringan kekebalan yang khas dan aspek lain asal korelasi antara serangga inang dan parasit yg mengakibatkan penyakit Chagas. informasi wacana hubungan serangga-parasit ini, serta khususnya perihal bagaimana serangga mempertahankan atau menghilangkan parasit, dapat membawa kita lebih dekat ke pendekatan baru buat pengendalian atau eliminasi penyakit.
Pekerjaan ini dimungkinkan dengan pendanaan dari Amerika serikat melalui National Human Genome Research Institute serta National Institute of Allergy and Infectious Diseases of the National Institutes of Health (NIH).


