Layanan Neuropediatrics dan Unit Genetika Rumah Sakit Universitas Marqués de Valdecilla telah menerbitkan di Frontiers Neuroscience studi “Varian Langka dalam 48 Gen Mencatat 42% Kasus Epilepsi Dengan atau Tanpa Keterlambatan Perkembangan Saraf pada 246 Pasien Anak”, sebuah karya kolaboratif di yang telah diikuti oleh ahli genetika dan ahli saraf dari seluruh Spanyol dan Portugal.
Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengkarakterisasi arsitektur genetik epilepsi pada populasi pediatrik Iberia dan Kepulauan Canary, melakukan sekuensing eksomik terarah dari 246 pasien dengan serangan epilepsi masa kanak-kanak dengan atau tanpa keterlambatan dalam perkembangan neurologis. 107 varian terdeteksi dalam 48 gen berbeda, yang terlibat dalam rangsangan saraf, perkembangan saraf, transmisi sinaptik, dan jalur metabolisme. Dalam 42% kasus, varian terdeteksi yang diklasifikasikan sebagai patogen atau mungkin patogen. Dari 48 gen yang bermutasi, 32 adalah dominan, 8 resesif, dan 8 terkait-X. Dari pasien yang studi keluarga dapat dilakukan, mutasi terbukti de novo (tidak diwariskan) pada 82% kasus.
Untuk penelitian ini, panel pribadi yang diperbarui secara progresif dengan cakupan rata-rata vertikal tinggi digunakan, yang memungkinkan penetapan diagnosis definitif dalam sebagian besar kasus (42%) dan deteksi CNV (bahkan duplikasi) dengan ketelitian tinggi. Asosiasi terdeteksi pada 10,5% pasien yang menunggu konfirmasi melalui studi fungsional dan / atau keluarga.
Hasil yang diperoleh memiliki konsekuensi penting bagi manajemen klinis pasien, karena sebagian besar dari mereka salah didiagnosis, dan keluarga mereka akhirnya dapat menggunakan konseling genetik. Dalam beberapa kasus, pengobatan yang lebih tepat dipilih untuk pasien yang bersangkutan, atau pengobatan yang tidak tepat dihentikan.
Demikian pula, hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya gen pengubah yang dapat menjelaskan penetrasi yang tidak lengkap dari beberapa gen yang terkait dengan epilepsi. Studi lebih lanjut akan diperlukan untuk menemukan peran varian struktural, epimutasi (epigenetik), dan pewarisan oligogenik pada epilepsi, sehingga memberikan gambaran molekuler yang lebih lengkap tentang penyakit ini.
Untuk menyimpulkan, mengingat spektrum fenotipik yang luas dari sebagian besar gen yang terkait dengan epilepsi, penggunaan alat genomik yang efisien seperti yang digunakan dalam penelitian ini sangat penting untuk diagnosis dan pengobatan dini, dan oleh karena itu harus diimplementasikan sebagai alat skrining. untuk anak-anak dengan epilepsi tanpa dasar etiologi yang jelas.
Dengan demikian, indikasi alat genomik tersebut, yang mencakup spektrum klinis yang luas, dapat diperluas pada penyakit pediatrik lain dengan dasar genetik.
Sumber : http://biotech-spain.com/es/articles/herramientas-gen-micas-para-el-diagn-stico-y-tratamiento-temprano-de-la-epilepsia-/


